GEBRAK.ID, MATARAM – Upaya mengungkap kasus kematian mahasiswi berinisial NDR terus dilakukan. Kuasa hukum keluarga korban kini membuka sayembara dengan hadiah sebesar Rp20 juta bagi masyarakat yang berhasil menemukan telepon seluler dan sepeda motor milik almarhumah yang hingga kini masih hilang.
Kuasa hukum keluarga NDR, Lalu Anton Hariawan, mengatakan dua barang tersebut diyakini dapat menjadi petunjuk penting dalam mengungkap fakta di balik meninggalnya mahasiswi asal Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, tersebut.
"Jadi, di sini kan ada handphone dan kendaraan roda dua milik NDR yang hilang, itu belum ditemukan sampai sekarang. Kalau ada masyarakat umum yang bisa bantu temukan, akan kami kasih hadiah uang Rp20 juta," kata Lalu Anton Hariawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).
Lalu Anton memastikan identitas siapa pun yang memberikan informasi maupun berhasil menemukan barang milik korban akan dirahasiakan. "Saya jamin kerahasiaan identitas pihak yang menemukan. Bisa langsung ke kantor kami, bisa juga ke kepolisian," ujarnya.
Lalu Anton menjelaskan, sepeda motor yang masih dicari merupakan Honda Beat berwarna biru dengan sepatbor depan berwarna putih bernomor polisi EA 6129 KB.
Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan kendaraan maupun telepon seluler milik korban diminta melapor ke kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Nusa Tenggara Barat di Jalan Bung Karno Nomor 10, Pagutan, Kota Mataram, atau menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, penyelidikan kasus kematian NDR masih terus berlangsung. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra sebelumnya mengungkapkan bahwa penyidik hingga kini belum berhasil menemukan barang-barang berharga milik korban yang dilaporkan hilang.
Selain sepeda motor, telepon seluler milik NDR juga belum diketahui keberadaannya. Polisi meyakini perangkat tersebut berpotensi menyimpan informasi penting yang dapat membantu mengungkap motif maupun kronologi kematian korban.
NDR ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di kawasan Gomong, Kota Mataram, pada Minggu (17/5/2026) malam.
Korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya bersama seorang rekannya yang baru tiba dari Jakarta. Saat itu, jasad NDR berada dalam posisi terlentang di dalam kamar dengan kondisi tubuh sudah kaku, sementara pintu kamar terkunci dari dalam.
Kasus kematian mahasiswi tersebut sempat menjadi perhatian luas masyarakat setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Hingga kini, keluarga korban masih berharap aparat kepolisian dapat mengungkap penyebab kematian NDR secara tuntas dan menemukan seluruh barang milik korban yang hilang.
Keberadaan telepon seluler dan sepeda motor korban dinilai dapat menjadi salah satu kunci penting dalam melengkapi rangkaian penyelidikan yang masih berjalan.
(Sumber: Antara)
