Kesaksian Juru Parkir Ungkap Detik-detik Penemuan Jenazah Sutrimo di Klinik Kosong Jakarta Selatan

Fakta baru terus terungkap dalam penyelidikan kasus kematian Sutrimo, pria yang ditemukan meninggal dunia di sebuah klinik yang sudah lama tidak beroperasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Foto ilustrasi: Pixabay) 
Editor: Saeful Imam

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Fakta baru terus terungkap dalam penyelidikan kasus kematian Sutrimo, pria yang ditemukan meninggal dunia di sebuah klinik yang sudah lama tidak beroperasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Seorang juru parkir yang berada di sekitar lokasi membagikan kesaksiannya mengenai kondisi korban saat pertama kali diketahui warga.

Juru parkir bernama Deni mengaku sempat melihat kondisi korban dari kejauhan. Menurutnya, saat itu terlihat busa pada bagian wajah korban, meski ia tidak dapat memastikan asalnya.

"Waktu saya lihat itu berbusa dari hidung saja apa dari mulut kali, ya? Enggak tahu soalnya dari jauh," kata Deni kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Tidak Mengenal Korban

Deni mengaku tidak pernah bertemu maupun berbincang dengan Sutrimo sebelum peristiwa tersebut terjadi. Ia juga tidak mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Menurutnya, bangunan klinik tempat korban ditemukan memang telah lama kosong dan tidak lagi digunakan. "Sudah kosong. Enggak ada aktivitas. Mobil juga enggak pernah masuk, paling motor," ujarnya.

Ia memperkirakan klinik tersebut telah tutup sekitar satu tahun sehingga jarang didatangi orang.

Deni mengungkapkan dirinya baru mengetahui adanya penemuan jenazah setelah bangun sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat tiba di sekitar lokasi, ia melihat banyak warga sudah berkumpul di depan klinik.

Korban, kata dia, berada di pelataran bagian dalam pagar klinik dan telah ditutupi menggunakan selembar sprei sebelum akhirnya dievakuasi petugas.

Tak lama berselang, sebuah ambulans datang ke lokasi untuk membawa jenazah.

JANGAN TERLEWATKAN Polisi Pastikan tak Temukan Racun di TKP Kematian Sutrimo, Seluruh Barang Bukti Masih Diuji Forensik 

Meski berada di sekitar tempat kejadian, Deni mengaku tidak mengetahui siapa orang pertama yang menemukan korban maupun pihak yang menghubungi layanan ambulans.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

Sementara itu, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih terus mendalami penyebab kematian Sutrimo.

Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan sejumlah barang bukti, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Dalam olah TKP yang berlangsung pada Senin siang, tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri terlihat memasuki area klinik dengan membawa sejumlah perlengkapan pemeriksaan.

Petugas juga mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya sebuah kotak hitam, bantal beserta sprei berwarna hijau, serta sejumlah benda lain yang dimasukkan ke dalam kantong plastik bening untuk diperiksa lebih lanjut.

Usai proses pemeriksaan selesai, garis polisi yang sebelumnya membatasi area klinik mulai dibuka.

Hingga kini, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian Sutrimo. Seluruh barang bukti yang telah diamankan masih menjalani pemeriksaan laboratorium forensik sebagai bagian dari proses penyelidikan.

(Sumber: Antara)