GEBRAK.ID -- Korban jiwa akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 kembali bertambah. Pemerintah Venezuela melaporkan jumlah korban meninggal kini mencapai 5.278 orang, sementara lebih dari 23.500 warga masih bertahan di lokasi pengungsian.
Data terbaru tersebut diumumkan pemerintah Venezuela melalui dokumen resmi yang dirilis Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, Selasa (21/7/2026).
Dalam laporan itu disebutkan sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka, sedangkan 6.462 korban berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan yang berlangsung sejak bencana terjadi.
"Sebanyak 5.278 orang meninggal, 16.740 terluka, dan 6.462 berhasil diselamatkan," demikian isi dokumen resmi pemerintah Venezuela.
Pemerintah juga mengungkapkan bahwa dalam 24 jam terakhir jumlah korban meninggal bertambah 70 orang. Sementara itu, jumlah korban yang berhasil diselamatkan tidak mengalami perubahan.
Selain menelan ribuan korban jiwa, gempa dahsyat tersebut juga memaksa 23.500 warga mengungsi ke 107 lokasi penampungan sementara. Sebanyak 17.907 orang dilaporkan kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana.
Kerusakan infrastruktur pun tergolong sangat besar. Pemerintah mencatat sedikitnya 856 bangunan terdampak, dengan 190 bangunan di antaranya roboh total sehingga tidak lagi dapat digunakan.
Operasi tanggap darurat masih terus dilakukan dengan melibatkan ribuan personel. Sebanyak 2.278 tenaga penyelamat dari berbagai negara ikut membantu proses pencarian dan evakuasi bersama 30.989 petugas dari instansi pemerintah serta 31.745 relawan.
Sebelumnya, Venezuela diguncang dua gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 pada 24 Juni 2026. Kedua gempa tersebut terjadi hanya dalam selang waktu 39 detik dan menyebabkan kerusakan luas di sejumlah wilayah.
Pasca-bencana, pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional. Berbagai negara dan organisasi internasional kemudian mengirimkan tim penyelamat serta bantuan kemanusiaan untuk mendukung proses penanganan korban dan pemulihan wilayah terdampak.
(Sumber: Sputnik/RIA Novosti)
