Editor: Saeful Imam
Petugas darurat memeriksa kondisi setelah kebakaran di pub "Rong Beer Na Ladprao" di Chatuchak, Bangkok, Thailand, pada Senin (13/7/2026). (Foto: Anadolu/HO-Fire and Rescue Thailand)
GEBRAK.ID – Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah pub di Distrik Chatuchak, Bangkok, Thailand, terus bertambah. Hingga Rabu (15/7/2026), otoritas setempat mengonfirmasi total korban tewas telah mencapai 32 orang.
Penambahan jumlah korban terjadi setelah dua korban yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit meninggal dunia akibat luka bakar serius yang mereka alami.
"Dua orang lagi yang sebelumnya berada dalam kondisi kritis meninggal dunia di rumah sakit. Dengan demikian, jumlah korban tewas kini menjadi 32 orang," demikian pernyataan resmi Otoritas Distrik Chatuchak.
73 Korban Masih Dirawat
Selain korban meninggal, sebanyak 73 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Dari jumlah itu, 15 korban masih berada dalam kondisi serius hingga kritis dan terus mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, kabar baik datang dari puluhan korban lainnya. Otoritas menyebutkan 38 orang yang sebelumnya dirawat karena mengalami luka ringan telah diizinkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.
Sebelumnya, laporan awal menyebutkan sedikitnya 30 orang meninggal dunia dan 75 lainnya terluka dalam tragedi yang terjadi di kawasan Chatuchak tersebut.
Api Melalap Bangunan dalam Hitungan Menit
Kebakaran terjadi di pub Rong Beer Na Lat Phrao pada Minggu (12/7/2026) malam. Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan satu lantai tersebut.
Petugas pemadam kebakaran dilaporkan tiba di lokasi hanya sekitar tujuh menit setelah menerima laporan. Meski demikian, kobaran api yang sudah terlanjur membesar membuat proses penyelamatan menjadi sangat sulit.
Diduga Berawal dari Korsleting AC
Hasil penyelidikan awal kepolisian yang diumumkan pada Selasa (14/7/2026) mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.
Api diduga berasal dari unit pendingin udara (AC) yang terpasang di langit-langit area panggung tempat pertunjukan musik berlangsung.
Kobaran api kemudian dengan cepat menyebar karena material peredam suara yang digunakan saat bangunan dialihfungsikan menjadi restoran dengan hiburan musik langsung diduga berbahan mudah terbakar.
Penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian Thailand untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam insiden yang menewaskan puluhan orang tersebut.
(Sumber: Sputnik/RIA Novosti)