GEBRAK.ID, JAKARTA – Penyerang Argentina, Lautaro Martinez, mengungkapkan dirinya sudah memiliki firasat akan menjadi penentu kemenangan Albiceleste bahkan sebelum menginjakkan kaki di lapangan saat menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026.
Keyakinan itu terbukti menjadi kenyataan. Lautaro yang masuk sebagai pemain pengganti sukses mencetak gol kemenangan Argentina pada masa injury time, membawa timnya menang dramatis 2-1 sekaligus mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026.
"Saya memimpikannya, sungguh. Saya mengatakan kepada Alexis (Mac Allister) bahwa saya akan mencetak gol," kata Lautaro seperti dikutip dari laman resmi FIFA, Kamis (16/7/2026).
Striker Inter Milan itu mengaku juga sempat menyampaikan keyakinannya kepada Facundo Medina yang berada di bangku cadangan.
"Saya juga mengatakan kepada Facu Medina di bangku cadangan bahwa saya akan masuk dan memenangkan pertandingan. Dan akhirnya kesempatan itu datang kepada saya," ujar Lautaro.
Lautaro masuk menggantikan rekannya pada menit ke-81 ketika Argentina masih tertinggal 0-1 dari Inggris. Kehadirannya memberi energi baru bagi lini depan Albiceleste.
Setelah Enzo Fernandez menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-85, Lautaro memastikan kemenangan Argentina melalui sundulan tajam memanfaatkan umpan silang Lionel Messi pada menit ke-90+2.
Gol tersebut mengantarkan juara bertahan itu kembali tampil di final Piala Dunia untuk dua edisi secara beruntun.
Lautaro menilai gol Enzo Fernandez menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan. Menurutnya, Argentina tidak pernah kehilangan keyakinan meski sempat tertinggal lebih dahulu.
"Enzo juga mencetak gol yang luar biasa. Sekarang setelah saya lebih tenang, saya bisa mengatakan bahwa tim ini terus menunjukkan karakter yang kami miliki," jelas Lautaro.
Striker Inter Milan itu juga mengungkapkan salah satu faktor yang membuat Argentina mampu membalikkan keadaan adalah menurunnya intensitas permainan Inggris pada babak kedua.
Menurut Lautaro, skuad asuhan Thomas Tuchel mulai kehilangan tenaga setelah terus memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Situasi tersebut dimanfaatkan Argentina untuk lebih leluasa menguasai bola dan membangun serangan.
"Mereka tidak punya tenaga lagi, lalu memilih bertahan lebih dalam. Itu membuat kami lebih tenang saat mengalirkan bola. Kami mampu melebarkan permainan dan pada akhirnya mencetak dua gol," kata Lautaro.
Kemenangan atas Inggris membawa Argentina kembali ke partai puncak Piala Dunia 2026. Pada laga final, Lionel Messi dan kolega akan menghadapi Spanyol yang lebih dahulu memastikan tempat di final setelah mengalahkan Prancis dengan skor 2-0.
Partai perebutan gelar juara dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi duel sengit antara juara bertahan melawan kampiun Eropa.
(Sumber: FIFA)
