Ledakan Mortir 81 di Bandung Barat Tewaskan 3 Warga, Polisi dan Tim Jibom Selidiki Penyebab

 

Ledakan mortir 81 di Cipatat, Bandung Barat, menewaskan tiga warga. Polisi dan Tim Jibom menyelidiki asal serta penyebab ledakan. ( Foto: ist) 


Editor: Yogi Ardhi

GEBRAK.ID,Bandung Barat – Tiga warga meninggal dunia akibat ledakan peluru mortir kaliber 81 yang terjadi di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026).

Korban yang tewas dalam insiden tersebut diketahui bernama Ade (21), Suhri (51), dan Rodiana (40). Ketiganya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah ledakan keras mengguncang kawasan permukiman warga.

Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani Sapin mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ledakan terdengar berasal dari rumah milik Ade.

"Menurut keterangan saksi, terdengar suara ledakan dari rumah korban. Saat warga mendatangi lokasi, ketiga korban sudah dalam keadaan terkapar," ujar Andriani.

Mortir Masih Tersisa di Lokasi

Saat proses evakuasi berlangsung, warga dan petugas menemukan masih terdapat satu mortir yang belum meledak di sekitar lokasi kejadian.

"Ketika korban dievakuasi warga, masih ada mortir yang tersisa di lokasi," kata Andriani.

Temuan tersebut membuat polisi segera memasang garis polisi dan mengamankan area untuk mencegah risiko ledakan susulan.

Tim Jibom Diterjunkan

Polisi langsung berkoordinasi dengan Unit Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jawa Barat untuk mengamankan sisa amunisi sekaligus melakukan sterilisasi lokasi.

Selain mengamankan barang bukti, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti ledakan.

Hingga Rabu malam, aparat masih menyelidiki asal-usul mortir tersebut, termasuk bagaimana amunisi militer itu bisa berada di rumah korban. 

Dugaan Masih Didalami

Pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah mortir tersebut merupakan amunisi aktif yang ditemukan korban sebelumnya, barang koleksi, atau berasal dari lokasi lain.

Seluruh kemungkinan masih didalami melalui pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, serta identifikasi jenis mortir oleh tim penjinak bom.

Masyarakat diimbau tidak menyentuh atau memindahkan benda yang diduga merupakan amunisi atau bahan peledak. Jika menemukan benda mencurigakan, warga diminta segera melapor kepada aparat kepolisian atau TNI agar dapat ditangani sesuai prosedur keamanan. 

Peristiwa ini menambah daftar insiden yang melibatkan temuan amunisi di wilayah Bandung Barat, sehingga aparat kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap benda-benda yang diduga merupakan sisa amunisi militer. 

(berbagai sumber)