Libatkan Orang Tua Sejak MPLS, SMPN 2 Jayapura Petakan Potensi Murid demi Raih Cita-Cita

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi ajang bagi murid baru untuk mengenal lingkungan sekolah. Di SMP Negeri 2 Jayapura, Papua, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi anak mengembangkan potensi serta meraih cita-cita. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, JAYAPURA -- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi ajang bagi murid baru untuk mengenal lingkungan sekolah. Di SMP Negeri 2 Jayapura, Papua, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi anak mengembangkan potensi serta meraih cita-cita.

Pelaksanaan MPLS di sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang terus didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Melalui program ini, sekolah diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang membuat peserta didik merasa nyaman sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua bagi mereka.

Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Caroline Enok, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 dirancang lebih dari sekadar kegiatan penyambutan murid baru. Pihak sekolah juga secara khusus mengajak orang tua untuk terlibat aktif dalam proses pendidikan sejak hari pertama anak memasuki sekolah.

Menurut Dorthea, keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026.

"Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026, bukan hanya sekolah saja yang menentukan keberhasilan murid, namun ada beberapa faktor penting di dalamnya. Di MPLS ini kami mengajak para orang tua untuk memahami terkait 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat," ujar Dorthea di Jayapura, Kamis (16/7/2026).

Selama MPLS berlangsung, para siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, wali kelas, serta teman-teman baru. Namun, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan guru untuk mengenali karakter, minat, dan potensi masing-masing peserta didik.

Hasil pemetaan potensi itu kemudian disampaikan kepada orang tua sebagai bekal untuk mendampingi anak sesuai bakat dan kemampuan yang dimiliki.

"Kami ingin para orang tua tidak hanya sekadar menitipkan anak mereka di sekolah, tapi mereka pun harus memahami apa yang menjadi dasar bagi mereka sebagai orang tua. Kami berharap mereka dapat menjadi mitra kami untuk membuat anak mereka menjadi anak yang hebat bagi Kota Jayapura, tanah Papua, dan Indonesia yang kita cintai," kata Dorthea.

Langkah SMP Negeri 2 Jayapura tersebut mendapat apresiasi dari para wali murid. Salah satunya disampaikan Pence Langitan yang menilai pelaksanaan MPLS tahun ini memberikan pengalaman positif bagi anak-anak maupun orang tua.

Menurut Pence, kegiatan tersebut membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga mereka lebih siap mengikuti proses belajar mengajar.

"Kami melihat langsung banyak hal positif yang terlaksana dalam MPLS ini. Bagaimana anak-anak kami dapat mengenal sekolah, guru, dan rekan barunya, tentunya ini menjadi semangat dan dorongan agar proses pembelajaran ke depan dapat jauh lebih baik," ujar Pence.

Kesan positif juga dirasakan peserta didik baru. Salah seorang siswa, Jowari Mofu, mengaku menikmati seluruh rangkaian kegiatan MPLS karena didampingi mentor dan guru yang ramah serta memberikan penjelasan dengan mudah dipahami.

"Kami mendapatkan mentor yang sangat baik, guru-guru kami juga mengajar dan memberi pemahaman dengan jelas dan ramah. Ini yang sangat membuat saya dan teman-teman senang dan bahagia," ucap Jowari.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, sekaligus memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Menurut Mendikdasmen Abdul Mu'ti, pelaksanaan MPLS menjadi momentum penting untuk membangun budaya sekolah yang ramah, aman, inklusif, dan menghargai setiap peserta didik sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.

"Hari pertama sekolah bukan sekadar masa mengenal lingkungan baru, melainkan awal dari proses pendidikan yang akan membentuk karakter, menumbuhkan harapan, dan mengantarkan anak-anak Indonesia menuju masa depan," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Kemendikdasmen berharap pelaksanaan MPLS yang melibatkan sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik seperti di SMP Negeri 2 Jayapura dapat menjadi contoh praktik baik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

(Sumber: Kemendikdasmen)