![]() |
| Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, akhirnya mengungkap rahasia di balik performa impresifnya dalam perburuan gelar juara MotoGP 2026. (Foto: Crash.net) |
GEBRAK.ID, JAKARTA -- Marc Marquez akhirnya mengungkap rahasia di balik performa impresifnya dalam perburuan gelar juara MotoGP 2026. Juara dunia bertahan itu mengaku menerapkan strategi yang tidak biasa, yakni sengaja mencari batas kemampuan motor sejak sesi latihan hari Jumat agar terhindar dari kesalahan fatal saat balapan utama.
Pendekatan tersebut mulai membuahkan hasil. Marquez tampil konsisten dalam beberapa seri terakhir, termasuk menyapu bersih kemenangan Sprint Race dan Grand Prix Jerman. Berkat hasil tersebut, pebalap Ducati Lenovo itu kini menempati peringkat ketiga klasemen sementara MotoGP 2026 dan hanya terpaut 18 poin dari pemuncak klasemen.
Persaingan musim ini memang berlangsung sangat ketat. Lima pebalap teratas hanya dipisahkan 24 poin sehingga setiap balapan memiliki pengaruh besar terhadap perebutan gelar juara dunia.
Marquez mengungkapkan bahwa perubahan pendekatan itu muncul setelah dirinya mengalami masa-masa sulit pada awal musim. Saat itu, ia baru kembali membalap usai menjalani operasi saraf kejepit di lengan kanan setelah MotoGP Italia di Mugello.
Akibat kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, Marquez sempat tertinggal hingga 102 poin dari pemimpin klasemen. Kini, selisih tersebut berhasil dipangkas menjadi hanya 18 poin.
"Musim ini motor Aprilia melaju sangat cepat. Mereka juga terus meningkatkan levelnya," ujar Marquez seperti dikutip dari Crash.net, merujuk pada performa Jorge Martin, Ai Ogura, dan Marco Bezzecchi, Jumat (17/7/2026).
Pembalap asal Spanyol itu kemudian menjelaskan filosofi baru yang selalu diterapkannya sejak sesi latihan pertama. "Saya mencoba melakukan kesalahan pada hari Jumat. Saya memulai hari Jumat dengan mengandalkan insting," kata Marquez.
Menurut Marquez, lebih baik mengetahui batas kemampuan motor sejak awal akhir pekan dibanding mengambil risiko saat balapan berlangsung.
"Saya lebih memilih terjatuh saat itu untuk memahami di mana batasnya. Dengan begitu saya bisa bertahan saat balapan di beberapa sirkuit, seperti yang saya lakukan di Assen," ujarnya.
Marquez mengakui bahwa pada awal musim dirinya kerap mengalami kecelakaan tanpa mengetahui penyebabnya karena kondisi saraf di lengannya belum pulih sepenuhnya.
"Pada awal musim, ketika saraf saya bermasalah, saya sering terjatuh tanpa ada peringatan. Sekarang kondisi fisik saya justru membatasi saya di beberapa area. Itu membantu saya memahami batas kemampuan," jelasnya.
Strategi tersebut terbukti efektif. Sejak seri Mugello, Marquez menjadi pebalap dengan koleksi poin terbanyak dalam lima seri terakhir, yakni 133 poin. Catatan itu hanya mampu didekati oleh Ai Ogura yang mengumpulkan 117 poin.
Meski performanya terus membaik, Marquez mengakui perjuangannya musim ini jauh dari kata mudah. Hingga MotoGP Jerman, ia sudah mengalami 11 kali kecelakaan, nyaris menyamai total 14 insiden yang dialaminya sepanjang musim 2025.
"Anda tidak bisa membayangkan betapa berat dan menegangkannya paruh pertama musim ini bagi saya," ungkap Marquez. "Lima balapan pertama sangat sulit karena saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saya terus terjatuh tanpa tahu penyebabnya. Saraf saya sama sekali tidak memberi peringatan."
Dengan kondisi fisik yang terus membaik dan strategi baru yang mulai menunjukkan hasil positif, Marquez kini kembali menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perebutan gelar juara MotoGP 2026. Konsistensi di sisa musim akan menjadi penentu apakah pebalap Ducati Lenovo itu mampu mempertahankan gelar juara dunia.
(Sumber: Crash.net)
