Mendikdasmen Mu'ti: Kepala Sekolah dan Guru Punya Peran Lebih Besar dari Menteri

Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat memberikan sambutan dalam Sarasehan bersama Kepala Sekolah se-Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, SUMBAWA -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan bahwa kepala sekolah dan guru memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Menurutnya, kualitas pendidikan nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh dedikasi para pendidik yang setiap hari berinteraksi langsung dengan peserta didik di ruang kelas.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat menghadiri Sarasehan bersama Kepala Sekolah se-Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7/2026). Kegiatan itu menjadi ruang dialog antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para kepala sekolah untuk memperkuat kolaborasi sekaligus menyerap berbagai aspirasi dari daerah.

Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti mengingatkan bahwa pendidikan merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

"Kalau kita baca dalam Undang-Undang Dasar 1945, tujuan didirikannya negara Indonesia ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pasal 31 menyebutkan setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Supaya cerdas, rakyat itu harus mendapatkan pengajaran atau pendidikan," ujar Abdul Mu'ti.

Abdul Mu'ti menjelaskan, visi Pendidikan Bermutu untuk Semua merupakan implementasi amanat konstitusi sekaligus bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kemendikdasmen terus memperkuat transformasi pendidikan melalui empat pilar utama, yaitu infrastruktur fisik, infrastruktur pedagogis, infrastruktur budaya, dan infrastruktur hukum.

Empat pilar tersebut menjadi fondasi berbagai program prioritas kementerian, mulai dari Revitalisasi Satuan Pendidikan, Digitalisasi Pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan pendidikan karakter, hingga penyempurnaan regulasi yang mendukung pemerataan layanan pendidikan berkualitas.

Pada aspek infrastruktur fisik, pemerintah terus melanjutkan revitalisasi sekolah dan pembangunan unit sekolah baru di berbagai daerah. Kemendikdasmen juga memperluas program Digitalisasi Pembelajaran melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP) untuk mendukung proses belajar mengajar berbasis teknologi.

Sementara pada aspek pedagogis, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas guru melalui program beasiswa, pelatihan kompetensi, serta peningkatan kesejahteraan. Di sisi lain, pembentukan karakter peserta didik diperkuat melalui Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta pengembangan berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Abdul Mu'ti menekankan bahwa guru dan kepala sekolah merupakan ujung tombak keberhasilan seluruh kebijakan pendidikan yang telah dirancang pemerintah.

"Peran Bapak Ibu lebih hebat dari peran saya. Karena yang hadir di kelas adalah Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Yang bisa menginspirasi adalah Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Yang bisa melahirkan menteri-menteri adalah Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian," tegas Abdul Mu'ti.

Dalam forum tersebut, para kepala sekolah juga menyampaikan berbagai aspirasi, tantangan, dan persoalan yang mereka hadapi dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah. Berbagai masukan itu langsung ditanggapi Abdul Mu'ti sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan satuan pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.

Syarafuddin menyebut program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran telah memberikan manfaat nyata bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Sumbawa.

"Kami menyampaikan terima kasih telah mendapatkan program digitalisasi dengan hadirnya 653 unit IFP untuk PAUD, SD, dan SMP. Kami berharap tahun ini beberapa sekolah yang belum dapat akan bisa terdistribusikan dan diberikan tambahan lagi," ujarnya.

Syarafuddin menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung seluruh program prioritas Kemendikdasmen. Hingga kini, puluhan sekolah di Kabupaten Sumbawa telah menerima bantuan revitalisasi, sementara ratusan perangkat Interactive Flat Panel telah dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran berbasis teknologi.

"Kami terus berkoordinasi dengan Kemendikdasmen agar semakin banyak satuan pendidikan memperoleh dukungan peningkatan sarana dan prasarana, seiring dengan tantangan geografis Kabupaten Sumbawa yang memiliki wilayah cukup luas," kata Syarafuddin.

Melalui sarasehan tersebut, Kemendikdasmen berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh satuan pendidikan semakin kuat. Sinergi itu dinilai menjadi kunci agar berbagai kebijakan pendidikan mampu menjawab kebutuhan di lapangan sekaligus mempercepat terwujudnya Pendidikan Bermutu untuk Semua.

(Sumber: Kemendikdasmen)