Mendiktiksaintek Brian Yuliarto Ingatkan PTS Jangan Kalah oleh Zaman, Inovasi Jadi Kunci Bertahan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. (Foto: Kemendiktisaintek)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengingatkan seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia agar terus memperkuat kapasitas dan berinovasi agar mampu menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.

Pesan tersebut disampaikan Brian saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) IV Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP PTSI di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul sehingga tidak boleh berhenti beradaptasi di tengah disrupsi teknologi dan tantangan global.

"Kalau kita bertahan dan melakukan inovasi, turbulensi yang dialami justru akan memperkuat kita," ujar Brian dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Brian menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh dipandang semata sebagai aktivitas bisnis. Perguruan tinggi, kata dia, harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus tempat lahirnya para pemimpin masa depan. "Pendidikan adalah untuk mencetak talenta unggul Indonesia yang akan menjadi tulang punggung kemajuan bangsa," katanya.

Brian menjelaskan, inovasi menjadi faktor utama agar perguruan tinggi mampu bertahan menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika ekonomi yang terus bergerak cepat.

Karena itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen terus mendukung peningkatan kualitas perguruan tinggi swasta melalui penguatan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Brian, kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

Senada dengan Brian, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menilai perguruan tinggi yang mampu bertahan di masa depan adalah institusi yang cepat beradaptasi terhadap perubahan.

"Peradaban tidak pernah runtuh karena perubahan, tetapi karena gagal membaca perubahan. Maka perguruan tinggi yang akan bertahan adalah perguruan tinggi yang adaptif dan bergerak sesuai dengan zamannya," ujar Fauzan.

Fauzan juga mendorong penguatan tata kelola pendidikan tinggi melalui pola pembinaan yang lebih proporsional dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing perguruan tinggi.

Menurut Fauzan, langkah tersebut penting agar PTS semakin adaptif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, Kemdiktisaintek berharap seluruh perguruan tinggi swasta dapat berkembang menjadi institusi pendidikan yang unggul, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus terus melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia.

(Sumber: Kemendiktisaintek)