Editor: Devona R
GEBRAK.ID, JAKARTA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tidak hanya menjadi momen bagi murid baru untuk mengenal lingkungan sekolah. Bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB), kegiatan ini juga menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan diri serta mempersiapkan mereka mengikuti proses pembelajaran.
Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen, Suryadi, mengatakan MPLS Ramah dirancang lebih dari sekadar pengenalan fasilitas sekolah. Program ini bertujuan menciptakan pengalaman pertama yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi setiap murid.
"Bagi murid berkebutuhan khusus, proses adaptasi tidak hanya berkaitan dengan mengenal lingkungan fisik sekolah, tetapi juga membangun hubungan yang positif dengan para guru, teman sebaya, dan tenaga kependidikan," ujar Suryadi dalam webinar bertajuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Luar Biasa (SLB), Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, membangun relasi yang baik sejak hari pertama sangat penting agar anak berkebutuhan khusus memiliki rasa percaya diri saat menjalani kegiatan belajar di sekolah.
Selain membantu proses adaptasi sosial, MPLS Ramah juga menjadi kesempatan bagi murid ABK untuk mengenal berbagai layanan pendukung yang tersedia sesuai kebutuhan masing-masing.
Karena itu, seluruh SLB diharapkan menyelenggarakan kegiatan MPLS yang inklusif, aman, ramah, serta mampu mengakomodasi karakteristik dan hambatan setiap peserta didik.
Suryadi menegaskan bahwa setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga pendekatan dalam pelaksanaan MPLS juga harus disesuaikan agar seluruh murid memperoleh pengalaman belajar yang positif sejak hari pertama.
Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai panduan khusus bagi sekolah luar biasa. Tersedia empat buku rujukan yang disusun berdasarkan jenis disabilitas, yaitu untuk murid disabilitas netra di SLB A, disabilitas rungu di SLB B, disabilitas grahita di SLB C, dan disabilitas daksa di SLB D.
Panduan tersebut diharapkan membantu sekolah merancang kegiatan MPLS yang lebih efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sehingga anak berkebutuhan khusus dapat memulai tahun ajaran baru dengan rasa percaya diri dan semangat belajar yang tinggi.
(Sumber: Kemendikdasmen)
