GEBRAK.ID - Nama mantan bintang Timnas Prancis dan Arsenal, Samir Nasri, mendadak menjadi sorotan setelah diperiksa kepolisian Prancis dalam penyelidikan dugaan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan jaringan perdagangan narkoba Marseille.
Meski sempat menjalani pemeriksaan intensif selama sekitar 10 jam pada Kamis (9/7/2026) waktu setempat, Nasri akhirnya dibebaskan tanpa dakwaan. Hingga kini, aparat penegak hukum belum menetapkan proses hukum terhadap mantan gelandang Manchester City tersebut.
Laporan media Prancis Le Parisien menyebutkan, pemeriksaan terhadap Nasri merupakan bagian dari pengembangan kasus jaringan kriminal yang diduga dikendalikan Hakim Berrebouh, sosok yang dikenal dengan julukan "Wild Boar" atau "Babi Hutan".
Berrebouh diketahui merupakan bandar narkoba yang telah mendekam di penjara sejak 2021. Penyidik kini menelusuri dugaan aliran dana hasil kejahatan yang diduga dicuci melalui sejumlah bisnis, termasuk sebuah klub malam di Ivry-sur-Seine.
Dalam penyelidikan itu, polisi juga mengusut dugaan keterlibatan Olivier Sabbah alias "Paulo", yang disebut sebagai salah satu figur penting dalam jaringan pencucian uang milik Berrebouh.
Nasri sendiri diduga memiliki hubungan dengan klub malam XS di Ivry-sur-Seine. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mantan pemain berusia 39 tahun itu disebut menjadi pemegang saham sejak 2016 setelah menginvestasikan dana dalam jumlah besar ketika masih memperkuat Manchester City.
Belakangan, Nasri tercatat sebagai salah satu pemilik klub malam tersebut bersama Bilele Z., yang juga telah diamankan polisi.
Fokus penyidik mengarah pada aktivitas keuangan klub selama periode 2021 hingga 2023. Aparat mendalami dugaan penarikan uang tunai dalam jumlah besar yang diduga berkaitan dengan praktik pencucian uang.
Dalam penyelidikan sebelumnya, istri Berrebouh juga disebut beberapa kali mengambil uang tunai dalam jumlah besar dari klub malam tersebut ketika suaminya sudah berada di balik jeruji besi.
Hubungan Nasri dengan Berrebouh disebut bukan hal baru. Keduanya dikabarkan telah saling mengenal sejak kecil di Marseille. Relasi itu kembali terjalin saat keduanya berada di Dubai pada masa pandemi Covid-19 di tahun 2020.
Menurut laporan penyidik, Berrebouh sempat menawarkan investasi di klub malam XS kepada Nasri. Namun, kerja sama tersebut disebut hanya didasarkan pada kesepakatan lisan.
Saat diperiksa penyidik, Nasri mengaku telah menjual seluruh kepemilikan sahamnya di klub malam tersebut kepada Berrebouh.
Pemeriksaan terbaru ini merupakan lanjutan dari interogasi yang sebelumnya dijalani Nasri di Marseille pada akhir Juni 2026. Meski belum berstatus tersangka maupun didakwa, penyidik tidak menutup kemungkinan akan kembali memanggil Nasri apabila diperlukan dalam proses pengembangan perkara.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyeret nama salah satu pesepak bola ternama Prancis yang pernah memperkuat Arsenal, Manchester City, Sevilla, hingga Timnas Prancis sebelum pensiun dari dunia sepak bola profesional.
(Sumber: The Sun)
