Editor: Damar Pratama
Timnas Norwegia yang lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2026. (Foto: Medsos X)
GEBRAK.ID – Kekalahan Brasil dari Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 bukan sekadar hasil mengejutkan. Di balik skor 1-2 yang mengakhiri langkah Selecao, tersimpan fakta menarik bahwa Norwegia kembali membuktikan diri sebagai salah satu lawan yang paling sulit ditaklukkan oleh raksasa Amerika Selatan tersebut.
Bertanding di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (6/7/2026) dini hari WIB, Brasil sebenarnya datang dengan status unggulan. Namun, tim besutan Carlo Ancelotti gagal memanfaatkan sejumlah peluang dan akhirnya harus mengakui keunggulan permainan efektif yang diperagakan Norwegia.
Sejak awal laga, Brasil sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk membuka keunggulan. Pada menit ke-10, Selecao mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Namun, eksekusi Bruno Guimaraes berhasil dimentahkan kiper Norwegia, Orjan Nyland, sehingga peluang emas itu terbuang percuma.
Kegagalan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Norwegia perlahan mulai menemukan ritme permainan dan tampil semakin percaya diri. Sosok Erling Haaland kembali menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Brasil.
Striker Manchester City itu membuka keunggulan pada menit ke-79 melalui sundulan tajam yang tidak mampu dijangkau Alisson Becker. Menjelang pertandingan berakhir, Haaland kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat penyelesaian klinis pada menit ke-90.
Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol penalti Neymar pada masa injury time. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan Norwegia melangkah ke perempat final sekaligus mengirim Brasil pulang lebih cepat.
Kekalahan tersebut memperpanjang catatan buruk Brasil di Piala Dunia. Dalam tujuh edisi terakhir, Selecao selalu tersingkir oleh wakil Eropa ketika memasuki fase gugur.
Lebih menarik lagi, Norwegia ternyata menjadi salah satu lawan yang belum pernah berhasil dikalahkan Brasil di ajang Piala Dunia.
Pertemuan pertama kedua negara terjadi pada fase grup Piala Dunia 1998 di Prancis. Saat itu, Brasil yang berstatus juara bertahan secara mengejutkan tumbang dengan skor 1-2. Meski kekalahan tersebut tidak menggagalkan langkah mereka menuju final, hasil itu menjadi awal dominasi Norwegia atas Selecao.
Kini, hampir tiga dekade kemudian, sejarah kembali terulang. Norwegia kembali menyingkirkan Brasil dengan skor identik, sekaligus memastikan langkah mereka menuju delapan besar Piala Dunia 2026.
Jika seluruh pertemuan kedua tim dihitung, baik dalam laga resmi maupun pertandingan persahabatan, Norwegia juga masih mempertahankan rekor yang luar biasa.
Dari lima pertemuan melawan Brasil, tim berjuluk Løvene itu mencatatkan tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Artinya, Norwegia belum pernah sekalipun kalah dari Selecao.
Catatan tersebut menjadikan Norwegia sebagai satu-satunya negara yang memiliki rekor tak terkalahkan melawan Brasil dalam pertandingan resmi maupun laga persahabatan.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, menilai keberhasilan timnya tidak hanya ditentukan kualitas individu para pemain, tetapi juga kekompakan yang terbangun selama beberapa tahun terakhir.
"Ini tim yang hebat. Mereka senang bersama-sama, mereka berlatih dengan baik, mereka saling membantu dan melindungi satu sama lain," ujar Solbakken, seperti dikutip Reuters.
Menurut Solbakken, kekuatan utama Norwegia terletak pada budaya tim yang sehat, di mana setiap pemain diberi kebebasan untuk berkembang dan mengekspresikan diri.
"Kami punya budaya yang kuat dan kami membiarkan orang untuk menjadi yang mereka mau dan berkata sesuka mereka. Itu bagian yang sangat penting dari semua ini, baik di saat senang maupun susah," jelas Solbakken.
Keberhasilan menyingkirkan Brasil semakin menegaskan status Norwegia sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya di Piala Dunia 2026.
Dengan performa impresif Erling Haaland, kreativitas Martin Odegaard, serta solidnya organisasi permainan, tim asal Skandinavia itu kini menjadi ancaman serius bagi siapa pun yang akan mereka hadapi di babak berikutnya.
(Sumber: Reuters)