Orang Tua Kini Lebih Tenang, MPLS Ramah Bikin Murid Baru Cepat Betah dan Semangat ke Sekolah

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah mendapat respons positif dari para orang tua. Salah satu orang tua murid SD Negeri 1 Binangga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Imas Afriana, mengaku merasakan manfaat nyata dari program tersebut setelah putrinya, Alzena Zunaira Khairunnisa, mengikuti MPLS Ramah 2026. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah mendapat respons positif dari para orang tua karena dinilai mampu membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa tekanan maupun praktik perpeloncoan.

Melalui berbagai aktivitas edukatif yang mengedepankan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan, MPLS Ramah menjadi pengalaman awal yang membangun kepercayaan diri anak saat memasuki jenjang pendidikan baru.

Salah satu orang tua murid SD Negeri 1 Binangga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Imas Afriana, mengaku merasakan manfaat nyata dari program tersebut setelah putrinya, Alzena Zunaira Khairunnisa, mengikuti MPLS Ramah.

Menurut Imas, berbagai kegiatan yang disiapkan sekolah membuat anak lebih cepat mengenal lingkungan sekaligus membangkitkan semangat belajar sejak hari pertama.

"Kegiatannya seru dan inovatif. Tur keliling sekolah membuat anak-anak mengenal fungsi setiap ruangan, sementara ice breaking dan permainan kelompok sangat membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru," ujar Imas seperti dalam siaran pers Kemendikdasmen yang diterima pada Minggu (18/7/2026).

Imas mengungkapkan, setelah mengikuti MPLS, putrinya menjadi lebih antusias berangkat ke sekolah. Menurutnya, pendidikan karakter seperti disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan empati perlu terus ditanamkan bersamaan dengan pembelajaran akademik.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Binangga, Rijena, menjelaskan seluruh rangkaian MPLS dirancang agar murid baru dapat mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman-teman mereka dalam suasana yang hangat.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah program Kenali Teman dan Guru yang bertujuan membangun rasa percaya diri murid untuk berinteraksi sejak awal masuk sekolah.

Menurut Rijena, rasa aman menjadi fondasi utama keberhasilan MPLS Ramah. Karena itu, guru selalu hadir mendampingi murid selama seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyambutan di gerbang sekolah hingga aktivitas pembelajaran yang dikemas melalui permainan edukatif.

"Tanpa rasa aman, kenyamanan dan kegembiraan tidak akan tercipta. Kami ingin setiap murid merasa diterima dan percaya diri untuk belajar di lingkungan barunya," kata Rijena.

Rijena juga mengapresiasi keterlibatan aktif para orang tua selama pelaksanaan MPLS. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi faktor penting dalam membantu proses adaptasi murid baru.

"Kami berharap setelah MPLS ini murid-murid merasa aman dan nyaman belajar di SD Negeri 1 Binangga, sekaligus memiliki semangat baru untuk mengikuti proses pembelajaran ke depan," tambah Rijena.

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa MPLS Ramah merupakan bagian dari transformasi budaya sekolah agar semakin humanis dan bebas dari praktik perpeloncoan maupun kekerasan.

Melalui program tersebut, Kemendikdasmen ingin membangun lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati, menghargai guru, menghormati orang tua, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru yang senantiasa dengan penuh ketulusan memberikan yang terbaik untuk mendidik putra-putri bangsa. Kami juga berterima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mendampingi anak-anak menjadi generasi Indonesia yang hebat," ujar Abdul Mu'ti.

Program MPLS Ramah menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memastikan hari-hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang positif bagi setiap peserta didik. Dengan pendekatan yang lebih humanis, diharapkan murid baru dapat beradaptasi lebih cepat sekaligus tumbuh dalam lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

(Sumber: Kemendikdasmen)