Pemprov DKI Perluas Program Traktir Kucing ke Pasar Santa, Dilengkapi Sterilisasi Gratis dan Edukasi Warga

 

Pemprov DKI memperluas program traktir kucing ke Pasar Santa dengan sterilisasi gratis, edukasi warga, dan pengendalian populasi. ( Foto: tangkapan layar) 


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas program kota ramah hewan dengan menghadirkan fasilitas "traktir kucing" di Pasar Santa, Jakarta Selatan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan hewan sekaligus mengendalikan populasi kucing jalanan melalui sterilisasi gratis dan edukasi kepada masyarakat.

Dua titik tempat makan kucing di Pasar Santa resmi beroperasi sejak 24 Juni 2026. Fasilitas tersebut dibangun oleh PD Pasar Jaya bekerja sama dengan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, program ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI dalam membangun Jakarta sebagai kota yang ramah terhadap hewan.

"Ini inisiatif yang sangat baik dari Pemprov DKI Jakarta," ujar Francine dalam keterangannya, Rabu (1/7). 

Peresmian fasilitas itu turut dihadiri Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho S. Yudyantoro, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan KPKP Irawati Harry Artharini, Manager Area 11 Pasar Jaya Dewi Ratna Furi, serta Kepala Pasar Santa Shiva Ramadhania. 

Selain menyediakan tempat makan, pengelola juga memasang banner dan stiker edukasi agar masyarakat memberikan pakan kucing hanya di lokasi yang telah disediakan. Kedua titik fasilitas berada di area pintu masuk dekat Tuku dan Kawaki Roastery. 

Dibarengi program sterilisasi

Francine menegaskan bahwa pemberian makan kucing tidak boleh berdiri sendiri. Menurutnya, program tersebut harus dibarengi dengan penerapan metode Trap-Neuter-Return (TNR) atau tangkap-steril-kembalikan untuk mengendalikan populasi kucing jalanan secara berkelanjutan.

Saat ini, pendataan kucing yang belum disteril di kawasan Pasar Santa sedang dilakukan. Setelah pendataan selesai, kucing-kucing tersebut akan mengikuti program sterilisasi gratis yang difasilitasi Sudin KPKP Jakarta Selatan.

"Sterilnya gratis dari Sudin KPKP Jakarta Selatan karena sudah ada kuotanya," kata Francine. 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan menggunakan wadah ramah lingkungan berbahan kertas serta memberikan makanan kering (kibble) agar tidak mengundang bau maupun mengotori area publik. 

Kuota sterilisasi terus bertambah

Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan layanan kesehatan hewan dalam beberapa tahun terakhir. Kuota sterilisasi kucing gratis meningkat dari sekitar 9.000 ekor pada 2024, menjadi 21.000 ekor pada 2025, dan kembali naik menjadi 22.000 ekor pada 2026. 

Selain itu, pemerintah juga menambah fasilitas layanan kesehatan hewan berupa enam Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan lima Mobil Layanan Veteriner (Moyanvet) yang mulai beroperasi pada 2026 untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. 

Program sterilisasi gratis tersebut merupakan bagian dari layanan resmi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta yang bertujuan mengendalikan populasi kucing sekaligus menjaga Jakarta tetap bebas rabies. 

Francine berharap konsep tempat traktir kucing dapat diperluas ke lebih banyak ruang publik di Jakarta. Sebelumnya, fasilitas serupa telah tersedia di kawasan MRT Jakarta, sejumlah halte Transjakarta, dan Stasiun KRL Kebayoran.

Menurutnya, keberhasilan program kota ramah hewan tidak hanya bergantung pada penyediaan fasilitas, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan serta mendukung program sterilisasi agar populasi kucing jalanan dapat terkendali secara manusiawi. 

(berbagai sumber)