Petinju Muda Hannah Rapp Meninggal Tragis Sebulan Setelah Perebutan Gelar Juara Dunia WBC

Poster petinju Hannah Rapp yang meninggal akibat kecelakan dalam laman World Boxing Council (WBC) yang dipantau di Jakarta, Minggu (19/7/2026). (Foto: Laman resmi WBC)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID -- Dunia tinju internasional kembali diselimuti duka. World Boxing Council (WBC) mengonfirmasi petinju kelas bulu putri asal Amerika Serikat (AS), Hannah Rapp, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Brazos County, Texas, AS. 

Kabar duka tersebut diumumkan langsung oleh Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, yang menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian petinju berusia 26 tahun.

"Kehilangan Hannah Rapp membuat kami sangat sedih. Dia adalah petinju yang luar biasa, tetapi yang terpenting, anggota keluarga tinju kami yang tak ternilai harganya," ujar Sulaiman dalam pernyataan resmi WBC, Minggu (19/7/2026).

Menurut informasi yang dirilis WBC, Hannah Rapp meninggal pada Sabtu (18/7/2026) setelah mengalami kecelakaan saat bersepeda di kawasan Brazos County, Texas. Insiden tersebut melibatkan sebuah kendaraan yang dikemudikan pria bernama Charles Medina.

Kepergian Hannah terjadi hanya sekitar satu bulan setelah dirinya tampil dalam laga terbesar sepanjang karier profesionalnya. Pada 13 Juni 2026, ia menantang Tiara Brown dalam perebutan gelar juara dunia kelas bulu WBC di Florida.

Meski harus mengakui keunggulan Tiara Brown melalui keputusan mutlak dewan juri, penampilan Hannah mendapat apresiasi luas karena semangat juangnya yang tinggi di atas ring.

Di luar dunia tinju, Hannah juga dikenal sebagai sosok pekerja keras. Ia tetap menjalani pekerjaan penuh waktu sambil membangun karier sebagai petinju profesional dan mengejar impian menjadi juara dunia.

Mauricio Sulaiman menilai Hannah bukan hanya atlet berbakat, tetapi juga pribadi yang memberikan inspirasi bagi banyak orang. "Semangatnya untuk olahraga dan keteguhan hatinya akan selalu dikenang sebagai contoh keunggulan dan kemuliaan," kata dia.

Sulaiman menyebut Hannah sebagai sosok yang meninggalkan jejak mendalam bagi komunitas World Boxing Council maupun North American Boxing Federation (NABF) berkat dedikasi, karakter, dan kecintaannya terhadap olahraga tinju.

WBC juga menyampaikan dukungan penuh kepada keluarga, sahabat, serta seluruh tim Hannah Rapp yang tengah berduka. "Kami meminta komunitas tinju dunia untuk memanjatkan doa bagi Hannah, seorang juara yang selalu mengenakan seragam hijau dan emas dengan bangga, bermartabat, dan penuh kehormatan," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelum memperoleh kesempatan bertarung memperebutkan gelar dunia, Hannah Rapp membangun catatan karier yang menjanjikan. Ia mengoleksi delapan kemenangan tanpa kekalahan dan satu hasil imbang dari sembilan pertandingan profesional.

Sejumlah kemenangan diraihnya melalui knockout, membuat namanya semakin diperhitungkan di kelas bulu putri hingga akhirnya dipercaya menantang juara dunia WBC, Tiara Brown.

Kepergian Hannah Rapp menjadi kehilangan besar bagi dunia tinju, terutama karena ia tengah berada di fase penting dalam kariernya sebagai salah satu petinju muda yang diproyeksikan bersinar di level internasional.

(Sumber: WBC)