![]() |
| Pramono Anung mengkaji pembangunan flyover di Pejompongan, Universitas Pancasila, dan Bintaro usai proyek Latumeten rampung ( Foto: jakarta. go. id) |
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID,JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menyiapkan pembangunan sejumlah flyover baru sebagai langkah lanjutan untuk mengurangi kemacetan di ibu kota. Tiga lokasi yang kini masuk dalam kajian prioritas yakni kawasan Pejompongan, Universitas Pancasila, dan Bintaro.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan usulan pembangunan jalan layang tersebut telah disampaikan oleh Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo. Selanjutnya, usulan itu akan dibahas dalam rapat sebelum pemerintah menentukan lokasi yang paling mendesak untuk direalisasikan.
"Yang berkaitan dengan flyover yang belum dibangun, yang menjadi prioritas memang ada. Saya minta secara resmi dilaporkan dalam rapat, nanti akan segera diputuskan mana yang benar-benar menjadi kebutuhan," kata Pramono saat meninjau pembangunan Flyover Latumeten di Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).
Menurut Pramono, keputusan pembangunan flyover baru akan mempertimbangkan tingkat kepadatan lalu lintas dan kebutuhan masyarakat di setiap kawasan. Sejumlah titik yang saat ini masuk dalam daftar pertimbangan adalah Pejompongan, Universitas Pancasila, dan Bintaro.
Flyover Latumeten Masih Jadi Prioritas
Meski telah menyiapkan proyek berikutnya, Pramono menegaskan fokus utama Pemprov DKI saat ini adalah menyelesaikan pembangunan Flyover Latumeten yang berada di kawasan Grogol, Jakarta Barat.
Ia menyebut proyek tersebut menjadi prioritas karena berada di salah satu titik kemacetan paling padat di Jakarta. Sebelum pembangunan dimulai, arus kendaraan di kawasan tersebut kerap tersendat akibat perlintasan sebidang kereta api yang memaksa kendaraan berhenti setiap kali kereta melintas.
Saat ini progres pembangunan Flyover Latumeten telah mencapai 55,2 persen dengan nilai investasi sekitar Rp259 miliar. Pemerintah menargetkan proyek tersebut selesai pada 15 Desember 2026.
Terintegrasi dengan Transportasi Umum
Flyover Latumeten dibangun untuk memperlancar konektivitas antara kawasan Grogol, Pluit, Slipi, dan wilayah sekitarnya. Setelah beroperasi, kendaraan tidak lagi harus berhenti di perlintasan kereta sehingga waktu perjalanan diperkirakan dapat berkurang sekitar 10 hingga 15 menit.
Selain jalan layang, proyek ini juga mencakup pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ramah penyandang disabilitas serta halte Transjakarta yang akan terintegrasi dengan Stasiun Grogol sebagai bagian dari pengembangan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Integrasi tersebut diharapkan semakin mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.
Pramono berharap Flyover Latumeten dapat selesai sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Setelah proyek tersebut rampung, Pemprov DKI akan menetapkan pembangunan flyover berikutnya berdasarkan tingkat urgensi untuk mengatasi kemacetan di berbagai wilayah Jakarta.
( berbagai sumber)
