Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Bahas Percepatan Program dan Evaluasi Kinerja

 

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, Hasan Nasbi, mengungkapkan bahwa agenda utama sidang ini adalah untuk mendengar arahan langsung dari Presiden Prabowo terkait percepatan program-program pembangunan dan program unggulan kepala negara. ( Foto: tangkapan layar) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026) sore ini. Seluruh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala lembaga negara terlihat mulai berdatangan sejak pukul 14.00 WIB untuk mengikuti agenda yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut. 

Berdasarkan pantauan sejumlah media, beberapa menteri yang telah hadir di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. 

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, Hasan Nasbi, mengungkapkan bahwa agenda utama sidang ini adalah untuk mendengar arahan langsung dari Presiden Prabowo terkait percepatan program-program pembangunan dan program unggulan kepala negara. "Undangannya sidang kabinet paripurna. Kemungkinan arahan Presiden untuk percepatan program-program pembangunan dan program unggulan Presiden," ujar Hasan di lokasi. 

Fokus pada Evaluasi dan Percepatan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menambahkan bahwa sidang ini bersifat rutin namun krusial untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan. Ia menegaskan bahwa salah satu poin utama yang dibahas adalah percepatan pelaksanaan program di seluruh kementerian dan lembaga. 

"Sebenarnya standar. Semua bidang dibahas terus, hanya kadang perlu mekanisme SKP. Yang khusus dibahas sudah pastilah percepat pelaksanaan program," kata Prasetyo kepada wartawan. 

Sidang Kabinet Paripurna ini merupakan forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan lintas sektor. Selain mengevaluasi capaian, rapat ini juga diharapkan dapat mengidentifikasi kendala di lapangan serta memperkuat koordinasi antarinstansi agar target pembangunan nasional dapat tercapai sesuai rencana. 

Agenda ini menjadi sidang kabinet paripurna pertama yang digelar setelah jeda sekitar empat bulan. Presiden Prabowo tercatat terakhir kali menggelar sidang serupa pada 13 Maret 2026, yang saat itu membahas berbagai isu strategis termasuk persiapan menghadapi Idulfitri. 

( berbagai sumber)