Staf Sentenced to Be a Hero Ungkap Proses Kreatif di Balik Anime Dark Fantasy Eksperimental

Staf Sentenced to Be a Hero Ungkap Proses Kreatif di Balik Anime Dark Fantasy Eksperimental. (Foto: Anime Corner)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID -- Anime Sentenced to Be a Hero menjadi salah satu judul yang dianggap kurang mendapatkan sorotan meski memiliki kualitas yang menarik. Walaupun sempat masuk dalam beberapa jajak pendapat anime paling dinantikan dan populer, serial ini belum sepenuhnya mendapatkan perhatian sebesar beberapa anime lain yang tayang di musim yang sama.

Padahal, sejak episode pertama, Sentenced to Be a Hero langsung menunjukkan ambisinya melalui pembukaan penuh aksi dengan format in medias res. Episode perdana tersebut memperkenalkan kualitas animasi, desain visual, serta konsep dunia yang unik, sekaligus memberikan gambaran bahwa cerita ini memiliki banyak kejutan yang bertentangan dengan ekspektasi penonton.

Dalam acara Anime Expo tahun ini, beberapa anggota staf serial tersebut berbagi cerita mengenai proses produksi anime ini. Wawancara tersebut menghadirkan Yoshiki Nakakoji yang bertugas sebagai sutradara sekaligus perancang makhluk, Yasutaka Kimura selaku kepala sutradara animasi dari Studio Kai, serta Takeru Noda, desainer karakter dari Studio Kai.

Salah satu hal yang paling mencuri perhatian dari Sentenced to Be a Hero adalah episode pertamanya yang langsung membawa penonton ke tengah konflik tanpa pengenalan panjang.

Menurut Yoshiki Nakakoji, keputusan tersebut berasal dari keinginan sutradara Hiroyuki Takashima untuk membuat penonton langsung merasa terhubung dengan dunia cerita sejak awal.

Karena episode perdana memiliki durasi sekitar satu jam, tim produksi memiliki ruang lebih luas untuk mengatur struktur cerita dan membangun pengalaman yang lebih imersif bagi penonton.

Salah satu elemen unik dalam cerita adalah bagaimana serial ini membalik pandangan umum terhadap karakter pahlawan. Dalam dunia Sentenced to Be a Hero, para pahlawan justru diperlakukan sebagai tahanan, sementara sosok dewi yang biasanya digambarkan sebagai makhluk suci justru berfungsi sebagai senjata.

Yasutaka Kimura menjelaskan bahwa meskipun cerita ini memiliki dasar dark fantasy, tim ingin memberikan sentuhan berbeda melalui konsep yang tidak biasa.

Sementara itu, Takeru Noda melihat konsep tersebut sebagai peluang menarik untuk mengembangkan cerita tentang sekelompok individu dengan latar belakang kriminal yang harus bekerja sama demi tujuan yang lebih besar, mirip dengan konsep dalam seri seperti Suicide Squad.

Nakakoji juga menjelaskan bahwa anime ini mencoba melakukan berbagai eksperimen dari sisi produksi animasi.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah mengurangi penggunaan bayangan dalam adegan. Teknik tersebut cukup tidak umum dalam anime dan membutuhkan perhatian besar terhadap pengaturan warna serta konsistensi visual.

Selain itu, tim produksi juga mengambil keputusan unik dengan menggunakan satu lagu tema yang disisipkan ke dalam setiap episode, bukan hanya diputar pada bagian pembuka atau penutup seperti format anime pada umumnya.

Penggunaan warna juga menjadi bagian penting dalam proses kreatif. Tim menentukan pendekatan warna berdasarkan suasana dan pesan yang ingin disampaikan dalam setiap adegan.

Awalnya, Yoshiki Nakakoji bergabung dalam proyek ini sebagai perancang makhluk. Namun, keterlibatannya sejak tahap awal produksi membuat perannya berkembang hingga akhirnya dipercaya menjadi asisten sutradara.

Berbeda dari proses produksi anime pada umumnya yang biasanya hanya melibatkan sutradara dan produser dalam pembahasan awal skenario, proyek *Sentenced to Be a Hero* melibatkan seluruh anggota staf sejak masa pra-produksi.

Keterlibatan tersebut membuat Nakakoji memahami arah cerita secara mendalam dan kemudian membantu memberikan masukan dalam berbagai aspek produksi.

Takeru Noda menjelaskan bahwa proses adaptasi desain karakter dari versi novel juga memiliki tantangan tersendiri.

Tim memberikan perhatian khusus pada siluet karakter, pakaian, armor, serta jumlah detail garis yang terdapat dalam ilustrasi asli. Karena desain novel memiliki banyak detail, tim harus mencari keseimbangan antara mempertahankan identitas visual asli dan menyederhanakannya agar dapat dianimasikan dengan lebih efisien.

Menurut Noda, penyederhanaan tersebut penting agar para animator dapat menggambar karakter secara konsisten tanpa kehilangan ciri khas desain awal.

Melalui berbagai keputusan kreatif, mulai dari struktur cerita, desain visual, hingga metode penggunaan musik, Sentenced to Be a Hero menunjukkan ambisinya sebagai anime dark fantasy yang berbeda dari kebanyakan seri lain.

Dengan konsep dunia yang penuh kontradiksi serta pendekatan produksi yang eksperimental, serial ini menjadi salah satu karya yang menarik perhatian bagi penonton yang mencari pengalaman anime dengan nuansa lebih unik.

(Sumber; Anime Corner 20 Juli 2026)