GEBRAK.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membagikan pengalaman pertamanya mencoba layanan wisata kuliner Open Dining of Jakarta, sebuah konsep makan di atas bus yang dipadukan dengan panorama ibu kota. Program tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba dan ditargetkan mulai dibuka untuk masyarakat pada awal Agustus 2026.
Rano mengatakan, perjalanan perdana dimulai dari kawasan Kota Tua. Menurutnya, kondisi jalan di kawasan tersebut masih menjadi tantangan, namun pengalaman bersantap terasa jauh lebih nyaman setelah bus memasuki kawasan Harmoni.
"Kota Tua secara infrastruktur jalan belum smooth (mulus). Tetapi begitu masuk Harmoni terasa enaknya. Mulai dari sana, makannya enggak bisa soto betawi, bisa berantakan. Makannya steak, pasta, yang belanda-belanda," kata Rano di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Rano berharap layanan wisata kuliner tersebut nantinya beroperasi setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB agar penumpang dapat menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu kota Jakarta.
"Ini baru uji coba, program ini akan dibuka untuk umum kira-kira di awal Agustus 2026. Kami harapkan memang senja mulai berjalan, karena memang ada lampu atau cahaya. Start dari jam 4 sore, sampai jam 9 malam," ujar Rano.
Rano optimistis Open Dining of Jakarta akan menjadi salah satu daya tarik wisata baru di ibu kota. Pada tahap awal, layanan ini melayani rute dari Kota Tua menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI).
"Ini baru satu bus. Ini trial dulu, nanti kita lihat, tapi saya yakin animo-nya akan tinggi. Apalagi kalau nanti Harmoni sudah mulai jalannya bagus. Kemudian, kita juga akan revitalisasi Kali Harmoni, dengan suasana yang bagus, dengan taman, segala macam," jelas Rano
Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza menjelaskan layanan Open Dining of Jakarta akan beroperasi dua hingga tiga kali setiap hari menggunakan bus dengan kapasitas maksimal 30 penumpang dalam setiap perjalanan.
Menurut Welfizon, layanan tersebut dapat dinikmati secara individu maupun untuk kegiatan kelompok, termasuk acara khusus.
Untuk merasakan pengalaman wisata kuliner ini, masyarakat dikenakan tarif Rp500 ribu per orang. Harga tersebut sudah mencakup paket makan lengkap yang terdiri atas hidangan pembuka, hidangan utama, hingga pencuci mulut.
Tak hanya menikmati sajian makanan, penumpang juga akan disuguhi hiburan musik biola secara langsung selama perjalanan. Selain itu, tersedia narasi yang mengisahkan sejarah kawasan yang dilintasi sekaligus cerita di balik menu yang disajikan kepada para tamu.
Dengan konsep yang menggabungkan kuliner, hiburan, dan wisata kota, Open Dining of Jakarta diharapkan menjadi destinasi baru bagi warga maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana Jakarta dari sudut pandang berbeda.
(Sumber: Pemprov DKI Jakarta)
