GEBRAK.ID, JAKARTA -- Seorang guru sekolah dasar (SD) berstatus aparatur sipil negara (ASN) di Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara, menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual terhadap muridnya sendiri. Kasus yang viral di media sosial itu memicu kemarahan warga hingga berujung penggerudukan rumah pasangan suami istri tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan, guru perempuan tersebut diduga membawa seorang murid laki-laki berinisial A ke rumahnya, lalu anak itu diduga menjadi korban kekerasan seksual sodomi yang dilakukan suaminya berinisial D. Korban diketahui merupakan seorang anak yatim piatu yang masih duduk di bangku kelas V SD.
Kasus ini mencuat setelah video dan unggahan di media sosial memperlihatkan puluhan warga mendatangi rumah pasangan tersebut di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai.
Dalam unggahan akun Facebook Vita Mutiara, warga disebut datang untuk menuntut keadilan bagi korban. "Ini masih hukum dunia, belum hukum Allah. Naudzubillah, merinding," tulis akun tersebut.
Video yang viral memperlihatkan warga berkumpul di depan rumah pasangan suami istri itu. Tak lama kemudian, guru ASN yang masih mengenakan seragam bersama seorang pria yang disebut sebagai suaminya keluar dari rumah dengan pengawalan aparat kepolisian.
Sejumlah warga yang emosi sempat meluapkan kemarahan dengan memukul keduanya sebelum akhirnya polisi membawa pasangan tersebut menggunakan mobil dinas ke Polres Tanjungbalai untuk menghindari amukan massa yang semakin memanas.
Narasi yang menyertai video viral itu menyebutkan dugaan bahwa guru tersebut menyerahkan murid laki-lakinya kepada sang suami untuk menjadi korban kekerasan seksual.
Kepala Lingkungan V Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Sadam Husein, membenarkan adanya penggerudukan rumah pasangan tersebut pada Rabu (22/7/2026) malam.
"Benar, terjadi keramaian di sini terkait sepasang suami istri yang diduga melakukan asusila terhadap anak di bawah umur," kata Sadam.
Menurutnya, keramaian bermula setelah informasi mengenai dugaan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur menyebar di tengah masyarakat.
"Kalau kericuhan ini diduga akibat adanya adu argumen, sehingga masyarakat berdatangan. Kalau yang kami lihat, ini masyarakat sekitar yang datang ke sini," ujar Sadam .
Hingga kini, aparat kepolisian telah mengamankan pasangan suami istri tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, proses penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap kronologi dan memastikan seluruh fakta dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak tersebut.
Kasus ini kembali menjadi perhatian publik sekaligus pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak dari segala bentuk kekerasan seksual. Aparat penegak hukum diharapkan dapat mengusut perkara tersebut secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(Berbagai Sumber)
