Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.071 per Dolar AS, Ini Pergerakannya pada Perdagangan Pagi

Nilai tukar rupiah kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (16/7/2026) pagi. Mata uang Indonesia ini tercatat melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya. (Foto: Pixabay)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (16/7/2026) pagi. Mata uang Indonesia ini tercatat melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan valuta asing, rupiah turun 3 poin atau sekitar 0,02 persen menjadi Rp18.071 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level Rp18.068 per dolar AS.

Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut, meski pergerakannya relatif terbatas pada awal sesi perdagangan.

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu indikator yang terus dipantau pelaku pasar karena berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan, investasi, hingga harga barang impor.

Fluktuasi kurs juga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, sentimen pasar keuangan, hingga dinamika ekonomi domestik.

Meski hanya bergerak tipis pada awal perdagangan, pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi internasional yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Investor juga menunggu sejumlah data ekonomi penting yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pasar keuangan dalam beberapa hari ke depan.

(*)