Editor: A. Rayyan K
Lini elektrifikasi mobil Porsche Cayenne. (Foto: X/Porsche)
GEBRAK.ID, JAKARTA -- Porsche tengah menghadapi masa sulit setelah laba operasional perusahaan merosot tajam dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mendorong produsen mobil sport mewah asal Jerman itu menyiapkan restrukturisasi besar-besaran yang berpotensi berdampak pada ribuan karyawan.
Menurut laporan Carscoops, Jumat (24/7/2026), Porsche sedang menyusun rencana efisiensi yang dapat berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 5.000 hingga 6.000 pekerja hingga tahun 2035. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemulihan bisnis yang telah mendapat persetujuan dewan pengawas perusahaan.
Jika terealisasi, jumlah tersebut akan menambah sekitar 3.900 posisi yang sebelumnya sudah masuk dalam program pengurangan tenaga kerja saat perusahaan masih dipimpin Oliver Blume.
Restrukturisasi kini berada di bawah kendali Michael Leiters, sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) McLaren selama hampir tiga tahun. Ia dipercaya memimpin Porsche di tengah tantangan besar yang sedang dihadapi perusahaan.
Laporan menyebutkan rencana tersebut kemungkinan akan dipaparkan kepada para pekerja dalam waktu dekat sebagai bagian dari transformasi jangka panjang perusahaan.
Selama bertahun-tahun, Porsche dikenal sebagai salah satu mesin keuntungan terbesar di dalam Volkswagen Group. Merek yang identik dengan model legendaris Porsche 911 itu sukses mencetak margin keuntungan tinggi dari penjualan kendaraan premium.
Namun, kondisi tersebut berubah drastis ketika laba operasional perusahaan dilaporkan merosot hingga 93 persen dalam setahun terakhir.
Penurunan kinerja tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tekanan tarif perdagangan internasional, melemahnya penjualan di pasar China, hingga strategi elektrifikasi yang dinilai terlalu agresif.
Komitmen besar Porsche terhadap kendaraan listrik menjadi salah satu sorotan utama. Sejumlah proyek mobil listrik yang digadang-gadang menjadi masa depan perusahaan justru belum mampu menghasilkan keuntungan sesuai harapan.
Porsche disebut mengalami kerugian signifikan dari pengembangan mobil listrik generasi terbaru 718 Boxster dan Cayman. Akibatnya, perusahaan tidak lagi berencana menjadikan kedua model tersebut tersedia secara eksklusif dalam versi kendaraan listrik.
Perubahan strategi juga terjadi pada proyek SUV premium K1. Jika sebelumnya dirancang sebagai kendaraan listrik murni, Porsche kini dikabarkan akan mengubah konsep pengembangannya agar tetap dapat menggunakan mesin pembakaran internal.
SUV tersebut bahkan disebut akan beralih ke platform Premium Platform Combustion yang memungkinkan penggunaan mesin V6, V8, serta teknologi hibrida.
Di awal tahun ini, Michael Leiters menegaskan Porsche akan lebih fokus pada model-model dengan margin keuntungan tinggi, termasuk keluarga Porsche 911 yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis perusahaan.
Perusahaan juga berencana menyederhanakan lini produknya tanpa mengejar peningkatan volume penjualan secara agresif.
Langkah tersebut menunjukkan adanya perubahan arah strategi Porsche, dari yang sebelumnya sangat berorientasi pada kendaraan listrik menuju pendekatan yang lebih fleksibel dengan tetap mempertahankan model bermesin konvensional dan hibrida sesuai kebutuhan pasar.
(Sumber: Carscoops)