GEBRAK.ID, JAKARTA -- Perjuangan Putri Kusuma Wardani (PK) harus terhenti di babak semifinal Japan Open 2026. Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia itu mengakui masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal daya tahan setelah kalah dari wakil tuan rumah, Akane Yamaguchi.
Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Sabtu (18/7/2026), Putri sebenarnya tampil impresif pada gim pertama. Pebulu tangkis peringkat enam dunia itu sukses mendominasi permainan dan menang telak 21-9 hanya dalam waktu 15 menit.
Namun, Akane mampu bangkit pada dua gim berikutnya. Putri akhirnya menyerah dengan skor 21-9, 16-21, dan 14-21 sehingga gagal melangkah ke partai final.
Usai pertandingan, Putri mengaku duel melawan Akane sangat menguras tenaga, fisik, dan mental.
"Hari ini cukup melelahkan, pertandingan yang menguras semua tenaga, fisik dan mental. Sejujurnya saya merasa punya peluang menang tadi, tapi sayang di gim kedua saya tidak bisa terus memepet dia menjelang akhir," ujar Putri dalam keterangan resmi PBSI.
Menurut Putri, salah satu momen yang menjadi titik balik terjadi ketika skor imbang 16-16 pada gim kedua. Saat itu, Akane mengubah pola permainan sehingga membuatnya kesulitan mengembangkan permainan.
"Di poin 16-16 itu Akane membuat banyak sekali spekulasi pukulan depannya dan memperlambat tempo. Itu membuat saya beberapa kali kaget," katanya.
Kesalahan serupa kembali terjadi pada gim penentuan.
"Begitu pun di gim ketiga saya melakukan kesalahan beruntun di titik yang sama, sebelah kiri pertahanan Akane. Itu cukup berpengaruh terhadap sisa jalannya pertandingan," tambah Putri.
Meski gagal lolos ke final, Putri tetap bersyukur dengan pencapaiannya di Japan Open 2026. Sebab, dalam perjalanan menuju semifinal ia berhasil menumbangkan unggulan kedua asal China, Wang Zhi Yi.
"Walau terhenti di semifinal, saya cukup senang dengan pencapaian ini karena bisa menang dari Wang Zhi Yi dan tadi tampil lumayan baik melawan Akane," ujarnya.
Juara Korea Masters 2024 itu juga merasa persiapan yang dilakukan usai Indonesia Open mulai menunjukkan hasil positif.
"Saya belajar banyak dari hasil di Indonesia Open. Selama sebulan persiapan saya benar-benar fokus latihan. Hasilnya saya merasa di sini bisa menunjukkan permainan yang lebih konsisten dan daya juang yang lebih baik dari sebelumnya," katanya.
Meski demikian, Putri menegaskan masih ada satu aspek yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi turnamen berikutnya. "Untuk evaluasi, saya masih harus lebih meningkatkan daya tahan lagi," ucap dia.
Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan buruk Putri saat menghadapi Akane Yamaguchi. Berdasarkan data Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Putri kini telah delapan kali bertemu pebulu tangkis Jepang tersebut dan selalu menelan kekalahan.
Sementara itu, Indonesia masih memiliki harapan di Japan Open 2026 melalui sektor ganda putra. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dijadwalkan menghadapi pasangan tuan rumah Takuro Hoki/Yugo Kobayashi pada babak semifinal.
(Sumber: PBSI)
