GEBRAK.ID -- Minum air putih yang cukup setiap hari ternyata bukan hanya penting untuk mencegah dehidrasi. Kebiasaan sederhana ini juga disebut dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi risiko hipertensi.
Dokter spesialis keluarga terverifikasi, Jacinta Anyaoku, M.D., DABOM, menjelaskan bahwa ketika tubuh mengalami dehidrasi, volume darah akan menurun sehingga tekanan darah ikut turun. Namun kondisi tersebut bukanlah sesuatu yang sehat.
Menurutnya, tubuh akan berusaha mengimbanginya dengan menyempitkan pembuluh darah dan menahan natrium agar tekanan darah kembali meningkat.
"Saat Anda mengalami dehidrasi, volume darah dan tekanan darah menurun. Tetapi belum tentu dengan cara yang sehat," kata Anyaoku seperti dikutip dari Eating Well, Senin (27/7/2026).
Anyaoku menjelaskan, dehidrasi yang terjadi berulang kali dalam jangka panjang dapat memberikan beban tambahan pada sistem kardiovaskular sehingga tubuh semakin sulit mempertahankan tekanan darah yang normal.
Hidrasi Membantu Pembuluh Darah Lebih Rileks
Sebaliknya, menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu mempertahankan volume darah normal sekaligus memperlancar sirkulasi.
Ketika kebutuhan cairan tercukupi, tubuh tidak perlu lagi memicu pelepasan hormon vasopresin yang berfungsi menahan air sekaligus menyempitkan pembuluh darah.
"Ketika Anda terhidrasi dengan baik, tubuh tidak perlu mengaktifkan respons kompensasi yang terjadi ketika mengalami dehidrasi. Ini memungkinkan pembuluh darah berada dalam keadaan yang lebih rileks, yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah," jelas Anyaoku.
Temuan tersebut juga didukung sebuah penelitian longitudinal yang dipublikasikan dalam Frontiers in Public Health. Penelitian selama sembilan tahun itu menunjukkan orang yang minum enam gelas air putih atau lebih setiap hari memiliki risiko hipertensi lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya minum satu gelas atau kurang.
Meski demikian, para peneliti menilai masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memahami hubungan langsung antara hidrasi dan tekanan darah.
Air Putih Bantu Buang Natrium
Ahli gizi Patricia Kolesa, M.S., RDN, mengatakan tekanan darah tinggi dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetika, pola makan, aktivitas fisik hingga gaya hidup.
Namun sejumlah penelitian menunjukkan penderita hipertensi cenderung mengalami hidrasi yang kurang optimal.
"Dalam jangka panjang, peningkatan asupan cairan dapat membantu meningkatkan ekskresi natrium, yang menurunkan tekanan darah," kata Kolesa.
Minum Air Terlalu Cepat Bisa Naikkan Tekanan Darah Sementara
Menariknya, ada kondisi tertentu ketika minum air putih justru dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu.
Hal ini biasanya terjadi pada penderita hipotensi ortostatik, yaitu kondisi ketika tekanan darah turun drastis setelah seseorang berdiri sehingga memicu pusing atau kepala terasa melayang.
Dalam situasi tersebut, mengonsumsi sekitar 300 hingga 500 mililiter air putih dengan cepat dapat membantu meningkatkan tekanan darah sementara.
Efek ini terjadi karena volume darah meningkat dan sistem saraf simpatik ikut terangsang, sehingga pembuluh darah menyempit sesaat sebelum kembali normal.
Para ahli menegaskan, menjaga asupan cairan tetap cukup setiap hari tetap menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah secara keseluruhan.
(Sumber: EatingWell)
