Editor: A. Rayyan K
Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Nganjuk, Jawa Timur, belum lama ini. (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
GEBRAK.ID, JAKARTA -- Survei nasional terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkap bahwa dua program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), sudah dikenal luas oleh masyarakat. Namun, di balik tingginya tingkat pengenalan tersebut, sentimen publik terhadap pelaksanaan kedua program justru cenderung negatif.
Hasil survei nasional yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026 menunjukkan sebanyak 95,4 persen masyarakat mengetahui atau pernah mendengar Program Makan Bergizi Gratis. Angka ini relatif stabil dibandingkan hasil survei sebelumnya, menandakan program tersebut telah memiliki tingkat awareness yang sangat tinggi di kalangan masyarakat.
Meski demikian, kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan MBG mengalami penurunan cukup tajam.
SMRC dalam rilisnya pada Selasa (28/7/2026) mencatat, hanya 33,8 persen responden yang mengetahui program tersebut mengaku sangat puas atau cukup puas terhadap pelaksanaannya. Sebaliknya, sebanyak 61,6 persen menyatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali, sedangkan 4,6 persen lainnya tidak memberikan jawaban.
Dibandingkan survei pada November 2025, tingkat kepuasan terhadap MBG turun drastis dari 62,5 persen menjadi hanya 33,8 persen. Pada saat yang sama, tingkat ketidakpuasan meningkat dari 33,9 persen menjadi 61,6 persen.
Selain MBG, survei menyoroti Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang juga menjadi program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto.
Sebanyak 76,9 persen responden mengaku telah mengetahui program tersebut. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan survei November 2025 yang hanya mencapai 51,5 persen.
Namun, optimisme masyarakat terhadap masa depan KDMP juga mengalami penurunan.
Dari responden yang mengetahui program tersebut, hanya sekitar 25 persen yang merasa sangat yakin atau cukup yakin koperasi di daerahnya akan berkembang dan maju. Sementara itu, sebanyak 61,1 persen menyatakan kurang yakin atau tidak yakin sama sekali, sedangkan 13,9 persen belum memiliki pendapat.
Tren tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan survei sembilan bulan sebelumnya. Pada November 2025, tingkat keyakinan terhadap keberhasilan KDMP masih berada di angka 43,3 persen, namun kini turun menjadi 25 persen. Sebaliknya, kelompok yang kurang yakin atau tidak yakin meningkat dari 43,5 persen menjadi 61,1 persen.
Survei SMRC dilakukan terhadap 749 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi wawancara telepon dan tatap muka dengan margin of error sekitar 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam kesimpulannya, SMRC menyatakan kedua program pemerintah tersebut telah memiliki tingkat pengenalan yang sangat tinggi di tengah masyarakat. Namun, persepsi publik terhadap implementasi MBG maupun prospek KDMP masih didominasi penilaian negatif.
(Sumber: SMRC)