Editor: Devona R
Wisata ke Korea Selatan. (Foto ilustrasi: Freepik)
GEBRAK.ID – Korea Selatan mulai mengubah strategi dalam menarik wisatawan mancanegara. Jika selama ini sebagian besar pelancong masuk melalui Bandara Internasional Incheon, kini pemerintah mendorong bandara-bandara regional menjadi pintu gerbang baru bagi sektor pariwisata.
Langkah tersebut diambil seiring meningkatnya jumlah wisatawan asing yang datang melalui Bandara Internasional Cheongju dan Daegu. Pemerintah menilai tren ini menjadi peluang untuk mengembangkan destinasi wisata di luar kawasan ibu kota sekaligus mengurangi kepadatan kunjungan di Seoul dan sekitarnya.
Mengutip Korea Times, Selasa (7/7/2026), Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan bersama Organisasi Pariwisata Korea (Korea Tourism Organization/KTO) mempercepat program pengembangan bandara regional sebagai pusat kedatangan wisatawan internasional.
Presiden KTO, Park Sung-hyeuck, mengatakan pemerataan arus wisata menjadi salah satu prioritas pemerintah.
"Mengembangkan bandara regional sebagai pusat internasional sangat penting untuk mengurangi konsentrasi pariwisata yang berlebihan di wilayah ibu kota," ujar Park.
Sebagai langkah awal, pemerintah membentuk gugus tugas khusus pada April 2026 yang melibatkan 29 departemen, kantor regional, serta badan konsultatif untuk pengembangan Bandara Cheongju dan Daegu. Program tersebut direncanakan diperluas ke berbagai bandara regional lainnya mulai 2027.
Tim tersebut bertugas memperluas jaringan penerbangan internasional, meningkatkan kualitas infrastruktur di sekitar bandara, sekaligus mengembangkan paket wisata yang menghubungkan wisatawan dengan destinasi unggulan di berbagai daerah.
Untuk memperkuat strategi tersebut, KTO menggandeng sejumlah maskapai dan perusahaan perjalanan internasional, di antaranya China Airlines, Lion Travel, HIS, Peach Aviation, Aero K, dan T'way Air. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan asing berkunjung langsung ke kota-kota di luar Seoul.
Selain memperluas akses penerbangan, KTO juga menyiapkan 333 destinasi wisata bertema lokal serta merancang 35 rute perjalanan yang menghubungkan berbagai provinsi melalui Bandara Cheongju dan Daegu.
Wisatawan yang tiba di Cheongju misalnya dapat menikmati perjalanan menuju toko roti legendaris Seongsimdang di Daejeon, Festival Lumpur Boryeong yang mendunia, hingga Pusat Penyembuhan Laut Taean.
Sementara itu, wisatawan yang mendarat di Daegu ditawarkan paket perjalanan ke Kuil Haein di Hapcheon, Festival Namgang Yudeung di Jinju, serta Kuil Haedong Yonggung yang menjadi salah satu ikon wisata di Busan.
Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Hingga Mei 2026, Bandara Internasional Cheongju mencatat tambahan sekitar 50.000 wisatawan asing atau melonjak lebih dari 114 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada periode yang sama, Bandara Internasional Daegu juga menerima lebih dari 46.000 wisatawan mancanegara. Peningkatan tersebut didorong oleh perluasan promosi pariwisata Korea Selatan di berbagai negara.
Tak hanya itu, hingga semester pertama 2026 tercatat sebanyak 356 penerbangan charter internasional telah dijadwalkan mendarat di Cheongju dan Daegu hingga akhir tahun. Jumlah tersebut bahkan melampaui target awal yang ditetapkan KTO lebih dari dua kali lipat.
Melalui strategi ini, Korea Selatan berharap pertumbuhan sektor pariwisata tidak hanya terpusat di Seoul, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih merata bagi berbagai daerah di seluruh negeri.
(Sumber: Korea Times)