Editor: Devona R
Calon mahasiswa disabilitas saat sedang dalam tahapan seleksi penerimaan mahasiswa
baru (panmaba) mandiri jalur disabilitas UNJ, di Kampus UNJ, Jakarta,
Sabtu (18/7/2026). (Foto: UNJ)
GEBRAK.ID, JAKARTA -- Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dengan menyiapkan puluhan relawan untuk mendampingi calon mahasiswa disabilitas selama proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaba) Mandiri Jalur Disabilitas 2026.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan seleksi secara adil, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing tanpa menghadapi hambatan akses maupun komunikasi.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Ifan Iskandar, mengatakan kampus berupaya memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan akademiknya.
"UNJ berupaya memastikan setiap calon mahasiswa memperoleh kesempatan yang setara untuk menunjukkan potensi akademiknya. Karena itu, layanan pendukung terus kami siapkan agar proses seleksi berjalan secara adil dan aksesibel," ujar Ifan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Ifan, komitmen terhadap pendidikan inklusif tidak berhenti pada tahap penerimaan mahasiswa baru. Dukungan kepada mahasiswa penyandang disabilitas akan terus diberikan selama mereka menempuh pendidikan di lingkungan kampus.
Dalam pelaksanaan seleksi tahun ini, peserta tunanetra, autisme, hingga Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) mendapatkan pendampingan langsung dari Relawan Disabilitas UNJ (REDIS). Para relawan mendampingi peserta sejak tiba di kampus hingga seluruh rangkaian ujian selesai dilaksanakan.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan juru bahasa isyarat di ruang ujian untuk membantu peserta dengan hambatan pendengaran sehingga proses ujian dapat berlangsung tanpa kendala komunikasi.
Koordinator REDIS Penmaba Disabilitas, Prila Ahdanila, menjelaskan seluruh kebutuhan peserta telah dipetakan sebelum pelaksanaan seleksi dimulai. Data tersebut diperoleh dari Kantor Admisi sebagai dasar penempatan relawan sesuai kebutuhan setiap peserta.
"Relawan membantu mobilisasi peserta dan menjembatani komunikasi antara panitia dengan peserta disabilitas, sementara proses administrasi dan verifikasi tetap ditangani oleh pihak Admisi," kata Prila.
Sebanyak 65 relawan diterjunkan dalam Penmaba tahun ini. Mereka berasal dari berbagai angkatan dan program studi, termasuk alumni relawan dari tahun-tahun sebelumnya agar seluruh kebutuhan pendampingan dapat terpenuhi secara optimal.
Sebelum bertugas, para relawan juga telah mengikuti pelatihan secara berkala, mulai dari penggunaan bahasa isyarat hingga teknik pendampingan bagi penyandang disabilitas. Tugas mereka tidak hanya saat ujian tertulis, tetapi juga mendampingi peserta ketika menjalani sesi wawancara.
Sementara itu, jumlah peserta Penmaba Mandiri Jalur Disabilitas UNJ pada 2026 tercatat mencapai 138 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 9,6 persen dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 125 peserta.
Peningkatan jumlah pendaftar menunjukkan semakin besarnya minat penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan inklusif yang disediakan UNJ.
Kepala Kantor Admisi UNJ, I Wayan Sugita, mengatakan tren tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan pendidikan yang ramah bagi semua kalangan. "Jumlah peserta tahun ini mencapai 138 orang. Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak penyandang disabilitas yang tertarik melanjutkan pendidikan tinggi dan melihat UNJ sebagai pilihan untuk melanjutkan studi," ujarnya.
Berdasarkan data UNJ, tiga fakultas yang paling banyak diminati peserta jalur disabilitas tahun ini adalah Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Bahasa dan Seni. Sementara program studi dengan jumlah peminat terbanyak adalah Program Sarjana Terapan Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan.
(Sumber: UNJ)