Editor: A. Rayyan K
Legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi. (Foto: Pertamina Enduro VR46 Racing Team)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Meski sudah pensiun dari ajang MotoGP, Valentino Rossi mengaku belum sepenuhnya bisa melupakan atmosfer balapan yang telah membesarkan namanya. Legenda balap asal Italia itu bahkan mengakui masih sering merindukan persaingan sengit di lintasan MotoGP.
Namun, Rossi menegaskan dirinya tidak pernah menyesali keputusan untuk mengakhiri karier sebagai pembalap motor profesional. Kini, juara dunia sembilan kali itu menikmati babak baru sebagai pembalap mobil sekaligus pembina talenta muda melalui akademi balap yang didirikannya.
"Saya cukup beruntung masih bisa merasakan langsung olahraga ini, meskipun hanya dari luar trek. Saya selalu merasa kangen balapan di MotoGP, tapi saya tidak menyesal. Sekarang saya balapan mobil dan saya sangat menikmatinya," ujar Rossi seperti dikutip dari Motosan, Kamis (16/7/2026).
Pria yang identik dengan nomor 46 itu mengungkapkan, kecintaannya terhadap dunia balap tak pernah pudar. Bahkan sejak 2013, ia mulai membangun program pembinaan pembalap muda yang kini dikenal sebagai VR46 Riders Academy.
Menurut Rossi, langkah tersebut justru memberikan kepuasan tersendiri karena berhasil melahirkan banyak pembalap berbakat yang kini bersaing di MotoGP.
"Saya tidak pernah kehilangan semangat. Sejak 2013, saya memiliki gagasan untuk membantu pembalap muda mencapai MotoGP, dan hasilnya melebihi ekspektasi," katanya.
Rossi pun mencontohkan Francesco "Pecco" Bagnaia sebagai salah satu lulusan akademinya yang sukses menembus level tertinggi balap motor dunia.
"Pembalap-pembalap terkuat, seperti Pecco, berasal dari sana. Italia masih berada di puncak hingga saat ini, baik untuk pabrikan maupun pembalapnya," tambah Rossi.
Meski tak lagi mengaspal di MotoGP, Rossi mengakui sebagian jiwanya masih tertinggal di lintasan. Hal itu pula yang mendorongnya mendirikan tim balap VR46 yang kini berkompetisi di kejuaraan dunia MotoGP.
Dukungan para penggemar juga menjadi alasan mengapa dirinya tetap merasa dekat dengan MotoGP. Hingga kini, nomor ikonik 46 masih banyak terlihat di tribun setiap seri balapan.
"Melihat orang-orang masih mengenakan topi saya adalah suatu kehormatan," ucapnya.
Bagi Rossi, pencapaian terbesar dalam hidupnya bukan semata-mata sembilan gelar juara dunia yang berhasil diraih sepanjang karier. Ia justru lebih bangga karena mampu membawa banyak orang mencintai olahraga balap motor.
"Kepuasan karena telah memperkenalkan balap motor kepada begitu banyak orang yang sebelumnya berada di luar dunia ini adalah kemenangan terbesar saya. Lebih besar dari sembilan gelar juara dunia," jelas Rossi yang kini berusia 47 tahun.
Kini, meski fokus menjalani balap mobil, nama Valentino Rossi tetap menjadi ikon MotoGP. Pengaruhnya masih terasa, baik melalui tim VR46 maupun para pembalap muda yang mengikuti jejaknya di lintasan balap dunia.
(Sumber: Motosan)