Visa Umrah Multiple Entry Arab Saudi Resmi Berlaku, Ini Syarat, Cara Membuat, Masa Berlaku, dan Biayanya


Arab Saudi meluncurkan visa umrah multiple entry berlaku satu tahun. Simak syarat, cara membuat, biaya, dan ketentuan terbarunya. ( Foto: AI) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah resmi memperkenalkan visa umrah multiple entry atau visa umrah masuk ganda yang memungkinkan umat Islam melakukan perjalanan umrah berkali-kali tanpa harus mengajukan visa baru setiap kali berangkat.

Kebijakan terbaru ini menjadi salah satu upaya Arab Saudi untuk mempermudah akses ibadah umrah bagi jamaah internasional sekaligus mendukung target Vision 2030 yang ingin meningkatkan jumlah wisatawan religius ke Tanah Suci.

Informasi tersebut diumumkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan turut diberitakan sejumlah media internasional, termasuk Gulf News, kemudian dikutip berbagai media nasional pada 22 Juli 2026.

Berbeda dengan visa umrah reguler yang hanya berlaku untuk satu kali perjalanan, visa baru ini memiliki masa berlaku hingga 365 hari sejak diterbitkan. Selama periode tersebut, pemegang visa dapat keluar-masuk Arab Saudi beberapa kali sepanjang tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Visa Umrah Multiple Entry?

Visa umrah multiple entry merupakan izin perjalanan khusus bagi jamaah umrah yang memungkinkan beberapa kali kunjungan ke Arab Saudi dalam masa berlaku satu tahun.

Meski demikian, visa ini bukan berarti jamaah bebas datang kapan saja tanpa prosedur tambahan. Setiap keberangkatan tetap harus memperoleh izin pelaksanaan umrah melalui aplikasi resmi Nusuk.

Selain itu, visa tersebut tidak dapat digunakan selama musim haji, karena pada periode tersebut Arab Saudi hanya melayani jamaah dengan visa haji resmi.

Ketentuan Visa Umrah Multiple Entry

Berdasarkan informasi terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, berikut ketentuan utamanya:

•Masa berlaku visa mencapai 365 hari sejak diterbitkan.

•Dapat digunakan untuk beberapa kali masuk ke Arab Saudi.

•Total akumulasi masa tinggal maksimal 90 hari selama masa berlaku visa.

•Berlaku bagi umat Islam dari berbagai negara yang memenuhi persyaratan.

•Wajib membeli paket umrah resmi melalui platform Nusuk atau penyelenggara resmi.

•Setiap perjalanan harus memperoleh izin umrah melalui aplikasi Nusuk.

•Tidak berlaku selama musim penyelenggaraan ibadah haji.

•Visa akan nonaktif setelah jamaah meninggalkan Arab Saudi dan dapat digunakan kembali setelah seluruh persyaratan kunjungan berikutnya dipenuhi.

Siapa yang Bisa Mengajukan?

Visa multiple entry terbuka bagi Muslim dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan syarat memenuhi ketentuan imigrasi Arab Saudi.

Pemohon wajib menggunakan biro perjalanan atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) resmi yang bekerja sama dengan sistem Nusuk.

Syarat Membuat Visa Umrah Multiple Entry

Berikut dokumen yang perlu dipersiapkan:

1. Paspor

Masa berlaku minimal enam bulan.

Memiliki halaman kosong yang cukup untuk keperluan imigrasi.

2. Pas Foto Terbaru

Berwarna.

Latar belakang putih.

Wajah terlihat jelas tanpa aksesori yang menghalangi identitas.

3. Bukti Pemesanan Tiket

Tiket pulang-pergi atau tiket lanjutan menuju negara lain.

4. Bukti Reservasi Hotel

Konfirmasi hotel selama berada di Arab Saudi.

Hotel harus sesuai dengan paket perjalanan yang dipilih.

5. Jadwal Perjalanan

Berisi:

tanggal keberangkatan,

jadwal ibadah,

tanggal kepulangan,

lokasi menginap.

6. Membeli Paket Umrah Resmi

Ini merupakan syarat utama sebelum pengajuan visa dilakukan.

7. Asuransi Perjalanan

Umumnya telah termasuk dalam paket umrah yang disediakan melalui Nusuk.

Cara Membuat Visa Umrah Multiple Entry

Berikut tahapan lengkap pengajuannya.

1. Membuat Akun Nusuk

Calon jamaah terlebih dahulu membuat akun pada platform Nusuk sebagai sistem resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

2. Memilih Paket Umrah

Melalui Nusuk, jamaah dapat memilih paket perjalanan dari penyedia layanan resmi.

Pilihan paket biasanya terdiri dari:

Paket Standar

Paket Premium

Paket Luxury

Paket tersebut umumnya sudah meliputi:

pengurusan visa,

hotel,

transportasi,

konsumsi,

asuransi,

layanan selama di Arab Saudi.

3. Melakukan Pembayaran

Setelah paket dipilih, jamaah melakukan pembayaran sesuai harga yang ditawarkan penyedia layanan.

4. Pengajuan Visa oleh Agen Resmi

Biro perjalanan atau PPIU resmi akan mengajukan permohonan visa kepada otoritas Arab Saudi sebagai sponsor perjalanan.

Jamaah tidak perlu mengurus proses administrasi secara langsung ke pemerintah Arab Saudi apabila menggunakan agen resmi.

5. Menunggu Persetujuan

Otoritas Arab Saudi akan melakukan verifikasi dokumen.

Apabila disetujui, visa diterbitkan secara elektronik (e-Visa).

6. Mengurus Izin Umrah

Sebelum berangkat, jamaah wajib memperoleh Umrah Permit melalui aplikasi Nusuk.

Tanpa izin tersebut, jamaah tidak diperbolehkan memasuki Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah umrah meskipun telah memiliki visa.

7. Berangkat ke Arab Saudi

Setelah seluruh persyaratan selesai, jamaah dapat melakukan perjalanan sesuai jadwal.

Untuk perjalanan berikutnya menggunakan visa yang sama, proses pengajuan izin umrah melalui Nusuk harus kembali dilakukan.

Berapa Biaya Visa Umrah Multiple Entry?

Besaran biaya bergantung pada paket perjalanan yang dipilih.

Sebagai gambaran:

Paket Standar

Sekitar 2.000–2.684 riyal Saudi.

Setara sekitar Rp9,7 juta hingga Rp13 juta.

Fasilitas umumnya meliputi:

visa,

hotel,

transportasi,

asuransi,

konsumsi.

Paket Premium/Luxury

Berkisar 5.000–7.000 riyal Saudi.

Setara sekitar Rp24 juta hingga Rp34 juta.

Biasanya menawarkan:

hotel berbintang,

transportasi VIP,

lokasi penginapan lebih dekat ke Masjidil Haram,

layanan eksklusif.

Sementara itu, biaya pengurusan visa tanpa paket perjalanan diperkirakan berada pada kisaran 300–600 riyal Saudi, tergantung kebijakan agen dan layanan yang dipilih. Nominal tersebut belum termasuk biaya akomodasi, transportasi, maupun layanan pendukung lainnya.

Hal Penting yang Harus Diperhatikan

Calon jamaah perlu memahami bahwa kepemilikan visa multiple entry tidak secara otomatis menjamin dapat melaksanakan umrah kapan saja. Setiap kunjungan tetap harus mengikuti kuota, jadwal, dan izin yang diterbitkan melalui aplikasi Nusuk.

Selain itu, visa tidak dapat digunakan selama musim haji karena pemerintah Arab Saudi menerapkan kebijakan khusus untuk pengaturan arus jamaah haji internasional.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mengimbau seluruh calon jamaah agar hanya menggunakan biro perjalanan resmi guna menghindari penipuan serta memastikan seluruh proses administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

( berbagai sumber