Warga Gaza Dukung La Furia Roja

Kemenangan Timnas Spanyol atas Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 disambut sukacita oleh banyak pendukung La Furia Roja di berbagai belahan dunia. Namun, ada satu pemandangan yang menarik perhatian, yakni derasnya dukungan dari warga Jalur Gaza, Palestina. (Foto ilustrasi: Gebrak.id/AI)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID – Kemenangan Timnas Spanyol atas Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 disambut sukacita oleh banyak pendukung La Furia Roja di berbagai belahan dunia. Namun, ada satu pemandangan yang menarik perhatian, yakni derasnya dukungan dari warga Jalur Gaza, Palestina.

Bertanding di Stadion AT&T, Dallas, Amerika Serikat, Kamis (15/7/2026) dini hari WIB, Spanyol memastikan tiket ke final setelah menaklukkan Prancis dengan skor 2-0 lewat gol penalti Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

Bagi warga Gaza, kemenangan tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar hasil pertandingan sepak bola. Dukungan kepada Spanyol tumbuh karena negara itu dinilai konsisten menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina di tengah perang yang masih berlangsung dengan Israel.

Dukungan Sudah Terlihat Sejak Fase Grup

Fenomena ini sebenarnya sudah tampak sejak fase grup Piala Dunia 2026. Ketika Spanyol menghadapi Arab Saudi, banyak warga Gaza justru memberikan dukungan kepada Lamine Yamal dan rekan-rekannya.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, sejumlah kafe di Kota Gaza dipenuhi warga yang berkumpul untuk menyaksikan pertandingan melalui layar televisi maupun proyektor sederhana di tengah keterbatasan akibat perang.

Sorak sorai langsung pecah saat Lamine Yamal mencetak gol pembuka pada menit ke-10. Kemenangan meyakinkan 4-0 Spanyol malam itu disambut penuh kegembiraan oleh para penonton.

Banyak warga Palestina mengaku telah lama menggemari sepak bola Spanyol dan kompetisi La Liga. Namun, sikap pemerintah Spanyol terhadap konflik Gaza membuat hubungan emosional mereka dengan Tim Matador semakin kuat.

"Kami adalah orang-orang yang mencintai kehidupan dan mencintai sepak bola. Banyak orang di sini telah mengikuti La Liga dan tim nasional Spanyol selama bertahun-tahun, tetapi sikap Spanyol selama perang membuat orang merasa jauh lebih dekat dengan olahraga ini," kata Mohammad Attallah, pengacara berusia 43 tahun asal Kota Gaza, seperti dikutip Al Jazeera.

Sikap Spanyol terhadap Perang di Gaza

Sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023, Spanyol menjadi salah satu negara Eropa yang paling vokal mengkritik operasi militer Israel serta menyerukan perlindungan terhadap warga sipil Palestina.

Pemerintah Spanyol juga berulang kali mendesak gencatan senjata, memperluas akses bantuan kemanusiaan, serta meminta penyelesaian konflik melalui solusi dua negara.

Langkah yang paling mendapat perhatian dunia terjadi pada Mei 2024 ketika Pemerintah Spanyol secara resmi mengakui Negara Palestina.

Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sánchez saat itu menegaskan pengakuan tersebut bukan sekadar langkah diplomatik, melainkan bagian dari upaya mewujudkan perdamaian yang adil.

"Pengakuan terhadap Negara Palestina bukan hanya masalah keadilan historis bagi aspirasi sah rakyatnya, melainkan kebutuhan mendesak jika kita semua ingin mencapai perdamaian," ujar Sánchez.

Pemerintah Spanyol juga menegaskan bahwa Palestina yang berdaulat harus mencakup Jalur Gaza dan Tepi Barat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Sikap tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat Spanyol. Berdasarkan survei Elcano Royal Institute pada 2024, sekitar 78 persen warga Spanyol mendukung pengakuan terhadap Negara Palestina.

Aksi Lamine Yamal Tuai Apresiasi

Solidaritas terhadap Palestina juga tercermin dari aksi sejumlah figur sepak bola Spanyol.

Pada Mei 2026, bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, menjadi sorotan setelah mengibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga bersama Barcelona di hadapan ratusan ribu pendukung.

Aksi tersebut menuai beragam reaksi. Sejumlah pihak di Israel mengecam tindakan itu, namun PM Pedro Sánchez memberikan pembelaan.

"Mereka yang menganggap mengibarkan bendera suatu negara sebagai hasutan kebencian telah kehilangan akal sehat. Lamine hanya mengekspresikan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan oleh jutaan orang Spanyol," kata Sánchez.

Asosiasi Sepak Bola Palestina kemudian menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yamal melalui media sosial dengan pesan singkat, "Dari Palestina... terima kasih, Lamine Yamal."

Bendera Palestina Warnai Piala Dunia 2026

Solidaritas terhadap Palestina juga beberapa kali terlihat sepanjang Piala Dunia 2026.

Sejumlah pemain dan tim membawa bendera Palestina sebagai simbol dukungan terhadap warga sipil yang menjadi korban perang.

Salah satunya dilakukan Timnas Mesir. Seusai menyingkirkan Australia pada babak 32 besar, pelatih Hossam Hassan membentangkan bendera Palestina di lapangan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Gaza.

Kini, setelah Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026, dukungan dari warga Gaza kembali mengalir deras. Bagi mereka, La Furia Roja bukan sekadar tim sepak bola, tetapi juga simbol negara yang dinilai berani menyuarakan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan mengkritik operasi militer Israel di Gaza.

(Berbagai Sumber)