GEBRAK.ID, JAKARTA -- Pemerintah terus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperluas Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) agar lebih banyak anak memperoleh fasilitas belajar yang layak.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi kesenjangan sarana pendidikan, khususnya di daerah yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
Sepanjang 2025, sebanyak 383 satuan pendidikan di NTT telah direvitalisasi. Jumlah itu terdiri atas 23 PAUD, 131 SD, 105 SMP, 95 SMA, 24 SMK, serta 5 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Program itu berlanjut pada 2026 dengan menyasar 175 satuan pendidikan lainnya, meliputi 78 PAUD, 52 SD, 36 SMP, 5 SMA, 2 SMK, serta 2 PKBM dan SKB.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan, revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak Indonesia.
"Revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Karena itu, wilayah 3T menjadi prioritas agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan yang bermutu," ujar Abdul Mu'ti dalam keterangan di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurut Abdul Mu'ti, pembangunan infrastruktur pendidikan di wilayah 3T menjadi langkah strategis untuk memperkecil kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Dengan ruang kelas, fasilitas pendukung, dan lingkungan belajar yang lebih baik, peserta didik diharapkan dapat belajar dengan lebih nyaman, sementara para guru memperoleh sarana yang memadai untuk menjalankan proses pembelajaran secara optimal.
Program revitalisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan nasional, sehingga anak-anak di daerah terpencil memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas seperti di wilayah perkotaan.
Hingga 2026, total 558 satuan pendidikan di NTT telah menjadi sasaran revitalisasi melalui program tersebut, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan di wilayah 3T.
(Sumber: Kemendikdasmen)
