Krisis Chip Memori Diprediksi Berlanjut hingga 2028 Harga Laptop dan HP Terancam Makin Mahal

chip-samsung

Chip Samsung Exynos W1000. Samsung memperkirakan krisis pasokan chip memori yang dipicu lonjakan
kebutuhan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) masih akan
berlanjut hingga 2028. (Foto: Samsung Semikonduktor)

Editor: Devona R

GEBRAK.ID — Industri teknologi global menghadapi tantangan baru. Samsung memperkirakan krisis pasokan chip memori yang dipicu lonjakan kebutuhan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) masih akan berlanjut hingga 2028.

Prediksi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa harga berbagai perangkat elektronik, mulai dari smartphone, laptop, komputer desktop, hingga konsol gim, berpotensi terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam paparan kinerja keuangan kuartal II 2026, dikutip dari TechCrunch, Sabtu (1/8/2026), Samsung mengungkapkan bahwa permintaan chip memori untuk pusat data AI meningkat sangat tajam. Perusahaan asal Korea Selatan itu menyebut sejumlah pengembang AI telah menyampaikan proyeksi kebutuhan jangka menengah dan panjang demi mengamankan pasokan chip.

Sebagai produsen yang memasok sekitar sepertiga kebutuhan chip memori dunia, Samsung kini memprioritaskan pelanggan yang bersedia menandatangani kontrak pasokan jangka panjang.

Strategi tersebut dinilai penting agar perusahaan dapat meningkatkan kapasitas produksi tanpa khawatir permintaan akan turun secara drastis, sekaligus menghindari siklus naik-turun yang selama ini kerapkali terjadi di industri semikonduktor.

Ledakan investasi AI menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya kebutuhan chip memori berperforma tinggi. Akibatnya, harga komponen tersebut terus merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi ini membawa dampak berbeda bagi Samsung. Di satu sisi, divisi semikonduktornya mencatat pendapatan tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal kedua 2026. Namun di sisi lain, bisnis smartphone dan televisi justru menghadapi tekanan karena biaya produksi meningkat.

Untuk menutupi lonjakan biaya tersebut, Samsung mulai menaikkan harga sejumlah produk Galaxy, termasuk smartphone dan tablet. Langkah itu berdampak pada penurunan permintaan dari konsumen.

JANGAN TERLEWATKAN Apple Lobi Pemerintah AS demi Beli Chip China, Krisis Memori Global Ancam Produksi iPhone 

Fenomena serupa juga dialami Apple. Produsen iPhone itu telah menaikkan harga MacBook, komputer Mac, dan iPad akibat meningkatnya biaya chip memori.

Dalam laporan keuangan terbarunya, Apple memproyeksikan pertumbuhan pendapatan kuartal berikutnya hanya sekitar 9 hingga 11 persen secara tahunan. Angka itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan sekitar 16 persen yang sempat dicapai dalam beberapa kuartal sebelumnya.

Tak hanya produsen ponsel dan komputer, perusahaan pembuat kartu grafis seperti Nvidia juga diperkirakan akan menaikkan harga produknya sebesar 20 hingga 30 persen apabila tekanan pasokan chip terus berlanjut.

Kenaikan tersebut diperkirakan akan merembet ke berbagai produk elektronik lainnya, termasuk PC rakitan, laptop gaming, workstation, hingga konsol gim yang membutuhkan chip memori berkapasitas tinggi.

Para analis menilai selama investasi besar-besaran pada infrastruktur AI masih berlangsung, permintaan chip memori diperkirakan tetap lebih tinggi dibandingkan kapasitas produksi global. Kondisi itu membuat harga komponen elektronik sulit kembali ke level normal dalam waktu dekat.

Bagi konsumen, situasi ini berarti harga berbagai perangkat teknologi kemungkinan masih akan mengalami penyesuaian dalam beberapa tahun mendatang seiring meningkatnya biaya produksi yang ditanggung para produsen.

(Sumber: TechCrunch)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *