Rafael Leao Menangis Saat Tinggalkan San Siro: Cinta Saya kepada AC Milan tak Pernah Usai
Rafael Leao mengucapkan salam perpisahan kepada AC Milan dengan suasana penuh emosi. Winger asal Portugal itu dilaporkan semakin dekat dengan kepindahan ke Galatasaray setelah tujuh tahun membela Rossoneri, Jumat (28/8/2026). (Foto: AP/Spada)
Editor: Endro Yuwanto
GEBRAK.ID — Rafael Leao mengucapkan salam perpisahan kepada AC Milan dengan suasana penuh emosi. Winger asal Portugal itu dilaporkan semakin dekat dengan kepindahan ke Galatasaray setelah tujuh tahun membela Rossoneri.
Leao menyampaikan perpisahan tersebut pada Jumat (28/8/2026) setelah Milan mengalahkan Venezia 2-0 dalam lanjutan Serie A Liga Italia di San Siro. Pemain berusia 27 tahun itu tidak masuk dalam skuad Milan pada pertandingan tersebut.
Media melaporkan Milan telah menerima tawaran Galatasaray senilai 45 juta euro atau sekitar Rp873 miliar untuk memboyong Leao. Nilai tersebut menjadi bagian dari kesepakatan yang membuka jalan bagi sang pemain untuk melanjutkan karier di Liga Turki.
Kontrak Leao bersama Milan sebenarnya masih berlaku hingga Juni 2028. Namun, situasi transfer membuat masa baktinya di klub yang sudah berlangsung sejak 2019 kemungkinan segera berakhir.
“Saya sudah mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan setim setelah tujuh tahun,” kata Leao kepada Sky Sport Italia.
Leao bergabung dengan Milan dari Lille pada 2019. Seiring waktu, ia berkembang menjadi salah satu pemain penting klub dan mencatatkan 291 penampilan di seluruh kompetisi dengan torehan 80 gol serta 65 assist.
Kontribusinya turut membantu Milan meraih gelar Serie A musim 2021/2022 dan Piala Super Italia pada musim 2024/2025. Kiprah tersebut membuat namanya menjadi salah satu pemain yang cukup berpengaruh dalam periode terakhir Milan.
“Saya mungkin ingin mengucapkan selamat tinggal dengan cara yang berbeda. Para penggemar selalu mendukung saya, bahkan ketika masa-masa sulit,” ujar Leao.
Pemain yang sudah mengoleksi 49 caps bersama timnas Portugal itu juga mengaku memiliki ikatan kuat dengan Milan. Ia menegaskan rasa cintanya kepada klub tidak akan hilang meski nantinya menjalani karier di Turki.
“Cinta saya kepada Milan tidak akan pernah berakhir. Bahkan dari jauh, saya akan selalu memperhatikan mereka,” cetusnya.
Leao mengaku keputusan meninggalkan Milan bukan perkara mudah. Ia bahkan tak mampu menahan air mata ketika mengakhiri perjalanan panjang bersama klub Italia tersebut.
“Ada saat ketika Anda harus mengambil keputusan dan memilih jalan yang berbeda. Hidup tidak berakhir di sini. Saya menangis, saya terharu,” kata Leao.
Jika transfer ke Galatasaray terealisasi, Leao akan memulai babak baru dalam kariernya. Sementara itu, Milan kini berusaha melanjutkan proyek bersama pelatih baru Ruben Amorim setelah musim lalu gagal mengamankan tiket Liga Champions.
(Sumber: AC Milan)
