4 Gunung di Bandung Utara Resmi Ditutup, Dedi Mulyadi Cegah Bencana Karhutla
Aktivitas Mendaki di Empat Gunung Bandung Utara Dihentikan Sementara. ( Foto:Gunung Burangrang/Wikipedia).
GEBRAK.ID,BANDUNG- Kabar buruk bagi para pecinta alam dan pendaki. Empat destinasi pendakian populer di kawasan Bandung Utara resmi ditutup untuk sementara waktu. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat di musim kemarau panjang.
Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menginstruksikan penghentian sementara aktivitas pendakian gunung di wilayahnya. “Pendakian gunung untuk sementara ditutup dulu karena khawatir para pendaki nanti menyalakan api,” ujar Dedi Mulyadi di Bandung beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Antara News.
Empat Destinasi yang Ditutup
Mengacu pada surat edaran tersebut, Perum Perhutani KPH Bandung menutup empat destinasi pendakian utama. Keempatnya adalah:
1. Gunung Burangrang, yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Kabupaten Purwakarta.
2. Kawasan Cikole Lembang, khususnya melalui jalur Trek 11 dan Lorong Lumut Sukawana.
3. Gunung Manglayang di Kabupaten Bandung.
4. Gunung Palasari di Kabupaten Subang.
Kepala Sub Seksi Hukum Kepatuhan Agraria dan Komunikasi Perusahaan pada Perum Perhutani KPH Bandung, Endan Cahyadi, menjelaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara dan akan terus dievaluasi menyesuaikan dengan situasi cuaca.
“Dalam SE dari Gubernur pun tidak menyebutkan tanggal pastinya, karena kita tidak bisa memprediksi sampai kapan musim kemarau ini berlangsung,” katanya.
Alasan Utama: Risiko Karhutla dan Kurangnya Disiplin
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Selain kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar, aktivitas pendakian dinilai memiliki risiko tinggi memicu karhutla. Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti potensi bahaya dari kelalaian para pendaki. “Karena banyak orang yang manjat gunung itu, itu bawa rokok dan bakar. Nah, sementaralah, karena bikin bakar saja enggak terkendali jadi kebakaran. Sementara ini, menurut saya tunda dahulu, karena tidak semua orang disiplin ya,” tegasnya.
Endan Cahyadi dari Perhutani menambahkan bahwa aktivitas berkemah juga menjadi salah satu pemicu utama. “Ini salah satu antisipasi kebakaran karena ulah manusia. Jadi penutupan juga berikut dengan larangan aktivitas camping karena berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Data Karhutla di Jawa Barat Mengkhawatirkan
Kekhawatiran pemerintah bukannya tanpa dasar. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat angka karhutla yang signifikan. Hingga 31 Agustus 2026, tercatat 156 kejadian kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan total area seluas 228,07 hektare. Kebakaran ini tersebar di 178 desa di 107 kecamatan.
Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, sementara Kabupaten Sukabumi mencatat luas lahan terbakar terbesar.
Pengawasan dan Patroli Diperketat
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, Perum Perhutani dan petugas kehutanan (Polhut) akan melakukan patroli rutin di kawasan hutan Bandung Utara yang luasnya mencapai 20.500 hektare.
Patroli dilakukan selama 24 jam untuk mengantisipasi kemunculan titik api dan mencegah adanya pendaki ilegal yang memaksakan diri. Berbagai peralatan pemadaman pun telah disiapkan, mengingat akses kawasan hutan yang sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran. Petugas dibekali dengan jet shooter, mesin pompa air portable, dan kendaraan operasional yang dimodifikasi dengan toren air.
(Yogi Ardhi/ berbagai sumber)
