5 Tahun Hilang, Gadis Remaja Kakak-Adik di Banyuasin Ditemukan Tinggal Kerangka

kerangka banyuasin

Misteri hilangnya dua perempuan kakak-adik di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, selama hampir lima tahun akhirnya terungkap. Polisi memastikan keduanya menjadi korban pembunuhan setelah kerangka mereka ditemukan di sebuah rumah kosong. (Foto: Istimewa)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Misteri hilangnya dua perempuan kakak-adik di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, selama hampir lima tahun akhirnya terungkap. Polisi memastikan keduanya menjadi korban pembunuhan setelah kerangka mereka ditemukan di sebuah rumah kosong.

Kedua korban masing-masing berinisial RN (18 tahun) dan AY (14). Polisi menduga sebelum dibunuh, keduanya mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh dua pria.

Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin AKP Mukhis menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 27 Oktober 2021. Saat itu, RN dan AY meninggalkan rumah untuk bersekolah menggunakan sepeda motor.

Sepulang sekolah, RN yang ketika itu berusia 18 tahun berencana bertemu dengan Rendi Saputra (28 tahun), yang disebut sebagai pacarnya. RN kemudian pergi bersama AY menuju kawasan Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

“Saat itu, sekitar pukul 07.00 WIB, kedua korban pergi dari rumah untuk bersekolah menggunakan sepeda motor. Setelah pulang sekolah, RN yang saat itu berusia 18 tahun berjanji bertemu dengan Rendi Saputra (28), yang disebut merupakan pacar korban,” kata Mukhis, dikutip dari DetikSumbagsel, Senin (7/9/2026).

Menurut polisi, Rendi diduga melakukan kekerasan seksual terhadap RN. Sementara itu, rekannya bernama Andika diduga melakukan kekerasan seksual terhadap AY yang masih berstatus pelajar SMP.

Setelah melakukan perbuatannya, kedua pelaku diduga menghabisi nyawa kakak-adik tersebut menggunakan senjata tajam. Jenazah korban kemudian ditinggalkan di lokasi yang sepi.

Keluarga RN dan AY tidak berhenti mencari keduanya selama bertahun-tahun. Titik terang kasus tersebut baru muncul setelah seorang buruh harian lepas berinisial R (56) menemukan sesuatu yang mencurigakan ketika sedang mengumpulkan kayu gelam di sekitar rumah kosong tersebut.

R menemukan rangka sepeda motor yang telah terbakar di dalam sebuah parit. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada polisi dan menjadi awal terbongkarnya kasus hilangnya kedua korban.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan polisi bergerak cepat setelah menemukan dua kerangka manusia di rumah kosong tersebut. Identitas kerangka kemudian dipastikan sebagai RN dan AY.

Dua pria yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu juga berhasil diamankan. Mereka adalah Rendi Saputra, warga Kenten Laut Banyuasin, dan Andika, warga Talang Kelapa Banyuasin.

“Benar, usai penemuan kerangka kita langsung mengamankan pelakunya, satu pelaku atas nama Rendi merupakan pacar korban,” kata Risnan, Senin (7/9/2026).

Mukhis menambahkan, polisi menangkap kedua pelaku tidak sampai 24 jam setelah identitas korban diketahui. “Usai mengetahui identitas korban belum 1×24 jam kami berhasil mengamankan kedua pelaku tersebut,” ujarnya.

Polisi kini masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk mengungkap secara terang motif dan peran masing-masing pelaku dalam kasus pembunuhan kakak-adik tersebut.

(Saeful Imam/Sumber: Detik)