Pertempuran Pemerintah Yaman dan Houthi Tewaskan 117 Orang dalam 4 Hari

drone yaman nembak

Peluncuran sebuah pesawat nirawak (drone) yang diduga diarahkan ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Foto: Xinhua/Houthi Media Center)

GEBRAK.ID — Pertempuran sengit antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi menewaskan sedikitnya 117 orang dalam empat hari. Bentrokan terjadi di Provinsi Taiz dan Hodeidah, wilayah Yaman bagian barat.

Informasi mengenai jumlah korban berasal dari sejumlah pejabat medis yang berbicara kepada Xinhua pada Minggu (6/9/2026). Mereka menyebut pertempuran mulai pecah pada Kamis (3/9/2026) dan berlangsung dengan intensitas tinggi di sejumlah garis depan.

Seorang pejabat medis senior yang mendampingi pasukan pemerintah Yaman di kawasan pantai barat mengatakan 54 tentara pemerintah tewas dalam pertempuran tersebut. Banyak prajurit lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, dua sumber medis dari rumah sakit yang dikelola kelompok Houthi di Provinsi Hodeidah melaporkan 63 anggota Houthi meninggal dunia dalam periode yang sama.

Dengan demikian, korban tewas dari kedua pihak mencapai sedikitnya 117 orang.

Selain menimbulkan banyak korban, pertempuran tersebut juga mengubah posisi pasukan di lapangan. Seorang pejabat militer pemerintah Yaman mengatakan pasukan pemerintah berhasil merebut kembali sejumlah posisi strategis di Provinsi Taiz.

Pasukan pemerintah melakukan serangan balasan pada malam hari, hanya beberapa jam setelah kelompok Houthi sebelumnya menguasai posisi-posisi tersebut.

Eskalasi terbaru ini menjadi salah satu pertempuran darat paling sengit di wilayah barat Yaman dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konflik berskala besar di negara itu dapat kembali berkobar setelah sejumlah garis depan relatif tenang dalam beberapa tahun terakhir.

Yaman telah terperangkap dalam konflik berkepanjangan sejak akhir 2014. Saat itu, kelompok Houthi merebut Sanaa, ibu kota Yaman, sekaligus menguasai sebagian besar wilayah utara negara tersebut.

Situasi itu kemudian mendorong koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer pada 2015. Koalisi tersebut datang untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Konflik yang berlangsung bertahun-tahun telah menyebabkan krisis kemanusiaan serius di Yaman. Meski intensitas pertempuran di sejumlah wilayah sempat menurun, bentrokan terbaru di Taiz dan Hodeidah menunjukkan bahwa ketegangan antara pemerintah dan Houthi masih sangat tinggi.

(A. Rayyan K/Sumber: Xinhua)