Residensi Rimbaud Buka Jalan Baru Diplomasi Sastra Indonesia-Prancis
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, saat menyambut novelis dan penyair Prancis Louis-Philippe Dalembert di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID, SEMARANG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung Program Residensi Rimbaud yang mempertemukan penulis Prancis dan Indonesia. Program tersebut dinilai dapat memperkuat diplomasi bahasa, sastra, dan kebudayaan kedua negara.
Dukungan itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, saat menyambut novelis dan penyair Prancis Louis-Philippe Dalembert di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026).
Dalembert menjadi penulis pertama yang mengikuti Program Residensi Rimbaud. Selama tiga bulan, mulai September hingga November 2026, ia akan tinggal dan berkarya di Semarang sambil menggali kehidupan masyarakat, budaya lokal, serta berbagai cerita dari kota tersebut.
Hafidz mengatakan Badan Bahasa siap membantu proses kreatif Dalembert melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Fasilitasi tersebut mencakup informasi mengenai bahasa Indonesia, bahasa daerah, hingga literasi.
“Badan Bahasa secara terbuka mendukung Louis-Philippe Dalembert dalam menghasilkan karya sastra selama berada di Semarang. Melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, kami akan membantu memberikan informasi serta fasilitasi yang berkaitan dengan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan literasi,” ujar Hafidz.
Program ini tidak hanya berorientasi pada penciptaan karya. Pertemuan penulis dengan masyarakat, akademisi, mahasiswa, serta komunitas sastra diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan dan memperkenalkan Indonesia melalui perspektif penulis internasional.
Dalembert dijadwalkan mengeksplorasi berbagai sudut Kota Semarang. Lawang Sewu menjadi salah satu ruang berkarya, selain agenda pertemuan publik, diskusi, dan lokakarya bersama penulis serta komunitas setempat.
Bagi Semarang, program tersebut juga memiliki kaitan sejarah. Residensi Rimbaud mengambil nama penyair Prancis Arthur Rimbaud yang pernah datang ke Semarang pada 1876. Jejak perjalanan Rimbaud kemudian menjadi inspirasi untuk membangun bentuk kerja sama sastra yang lebih modern antara Indonesia dan Prancis.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti berharap kehadiran Dalembert dapat membantu memperkenalkan wajah Semarang kepada masyarakat internasional. Ia mendorong sang penulis berinteraksi langsung dengan warga dan menyerap cerita kehidupan kota.
Program Residensi Rimbaud merupakan bagian dari penguatan hubungan kebudayaan Indonesia-Prancis. Dalam deklarasi strategi kebudayaan yang disepakati pada Mei 2025, kedua negara memang memasukkan program residensi seni, pertukaran penulis, serta penerjemahan karya sebagai bagian dari kerja sama budaya.
Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa diplomasi tidak selalu berlangsung melalui forum politik. Bahasa, sastra, dan karya kreatif juga dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan identitas, sejarah, serta keragaman Indonesia kepada dunia.
Setelah Dalembert menyelesaikan residensinya di Semarang, skema pertukaran akan berlanjut. Seorang penulis Indonesia direncanakan mendapat kesempatan mengikuti residensi di Prancis pada 2027.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
