Rybakina Juara US Open 2026, Lengkapi Status sebagai Petenis Nomor 1 Dunia
Petenis Kazakhstan Elena Rybakina berpose dengan trofi US Open 2026 seusai mengalahkan Aryna Sabalenka di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat, Sabtu (12/9/2026). (Foto: US Open)
GEBRAK.ID — Elena Rybakina mengakhiri dominasi Aryna Sabalenka di US Open setelah merebut gelar juara tunggal putri US Open 2026. Petenis Kazakhstan itu menang dalam pertarungan tiga set di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat.
Rybakina menundukkan Sabalenka dengan skor 6-4, 5-7, 6-2 dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 21 menit, Minggu (13/9/2026) WIB.
Gelar tersebut terasa semakin istimewa karena Rybakina datang dengan status petenis nomor satu dunia yang baru saja direbutnya dari Sabalenka. Sebelum final, Sabalenka tercatat telah menguasai peringkat teratas selama 99 pekan.
“Sulit menemukan kata-kata sekarang. Sejujurnya, saya tidak menyangka akan seperti ini. Saya sempat mengalami sedikit cedera, tetapi entah bagaimana semuanya berjalan sesuai keinginan saya. Saya datang ke sini selama 10 tahun terakhir dan tidak pernah berhasil. Ini luar biasa,” kata Rybakina dalam seremoni penyerahan trofi, dikutip dari WTA.
Pertandingan final berlangsung sengit sejak set pertama. Rybakina lebih agresif dan berhasil mematahkan servis Sabalenka untuk memimpin 3-2. Keunggulan itu mampu dipertahankannya hingga menutup set pembuka dengan skor 6-4.
Sabalenka kemudian memberikan perlawanan lebih kuat pada set kedua. Rybakina sebenarnya memiliki dua peluang break point, tetapi gagal memanfaatkannya. Sabalenka justru mengambil kesempatan pada gim ke-12 untuk mematahkan servis lawannya dan menang 7-5.
Baca juga: Sehari Jadi Nomor 1 Dunia Langsung Tembus Final US Open, Rybakina: Saya Bangga dan Bahagia!
Memasuki set penentuan, Rybakina kembali menemukan permainan terbaiknya. Ia merebut servis Sabalenka untuk unggul 2-1 sebelum kembali melakukan break dan memperbesar keunggulan menjadi 5-2.
Rybakina akhirnya memastikan gelar melalui ace ke-12 dalam pertandingan tersebut.
“Besok pagi akan terasa sangat berbeda ketika bangun dan tahu bahwa saya baru saja memenangi US Open dan mencapai peringkat nomor satu dunia,” ujar Rybakina.
Kemenangan itu juga menempatkan Rybakina dalam catatan khusus sejarah tenis putri. Ia menjadi petenis putri ketiga sejak 2000 yang mampu menjuarai Australian Open dan US Open pada tahun yang sama. Sebelumnya, prestasi tersebut dicatat Angelique Kerber pada 2016 dan Sabalenka pada 2024.
Pada Januari 2026, Rybakina lebih dulu menjuarai Australian Open setelah kembali mengalahkan Sabalenka di partai puncak. Trofi US Open menjadi gelar ketiganya sepanjang tahun ini sekaligus gelar ke-14 dalam karier profesionalnya.
Rybakina kini hanya membutuhkan trofi Roland Garros untuk melengkapi koleksi empat gelar Grand Slam sepanjang karier.
Perjalanan menuju final juga tidak mudah. Setelah sempat mundur dari perempat final Cincinnati karena cedera, Rybakina mampu tampil konsisten di New York. Ia mengalahkan Naomi Osaka, Zheng Qinwen, dan Coco Gauff sebelum kembali menghadapi Sabalenka.
Di sisi lain, kekalahan itu membuat Sabalenka gagal meraih gelar US Open untuk ketiga kalinya secara beruntun. Ia juga untuk pertama kalinya sejak 2022 tidak memenangi gelar Grand Slam dalam satu musim.
“Secara keseluruhan, saya harus tetap bahagia dengan level permainan yang saya tunjukkan. Ada banyak hal yang bisa saya ambil dari turnamen ini,” kata Sabalenka menandaskan.
(A. Rayyan K/Sumber: WTA)
