Tiga Tahun Menuju Bangku Kuliah Si Bungsu, Rani Mulai Menyiapkan Dana Pendidikan Lewat Emas BCA Syariah

Financial Planning Gold at BCA Syariah

Rani mempertimbangkan akan memilih produk Pembiayaan Emas iB dari PT Bank BCA Syariah untuk dana pendidikan anak di perguruan tinggi. (Foto: istimewa)

GEBRAK.ID — Tiga tahun mungkin terdengar masih lama. Namun, bagi Rani Ardini, waktu itu bisa berlalu lebih cepat daripada yang dibayangkan.

Anak bungsunya sebentar lagi menyelesaikan sekolah menengah dan bersiap melangkah ke perguruan tinggi. Di tengah harapan melihat sang anak mengenakan jaket almamater, ada satu pertanyaan yang mulai memenuhi pikirannya: sudah cukupkah persiapan untuk membiayai pendidikan itu nanti?

Ibu rumah tangga berusia 45 tahun yang tinggal di Depok, Jawa Barat, itu bukan kali pertama menghadapi kebutuhan tersebut. Pengalaman membiayai pendidikan anak sulung hingga lulus memberinya pelajaran bahwa biaya kuliah tak berhenti pada uang semester. Ada biaya pendaftaran, buku, transportasi, hingga kebutuhan sehari-hari yang mesti diperhitungkan.

“Saya ingin mulai menyiapkan dana pendidikan anak dari sekarang, seperti dulu yang saya lakukan untuk si sulung. Tiga tahun lagi si bungsu masuk kuliah, jadi saya harus memikirkan bagaimana caranya agar kebutuhan itu bisa dipersiapkan secara bertahap,” ujar Rani, Rabu (28/10/2026).

Pengalaman itulah yang membuat Rani tak ingin menunggu sampai waktu pendaftaran perguruan tinggi tiba. Salah satu pilihan yang kini dipertimbangkannya adalah memiliki emas melalui produk Pembiayaan Emas iB dari PT Bank BCA Syariah.

Bagi Rani, emas menarik karena bisa disimpan sebagai aset untuk kebutuhan masa depan. Namun, keinginan itu tetap harus berhadapan dengan hitung-hitungan yang realistis: berapa cicilan setiap bulan, berapa total pembiayaan, dan apakah semuanya sesuai kemampuan keuangan keluarga.

“Dari pengalaman anak pertama kuliah sampai lulus, menyimpan emas tak ada ruginya. Harga cenderung naik sehingga cocok buat menjaga nilai saat dibutuhkan untuk biaya kuliah,” tutur Rani.

Keyakinan terhadap emas bukan berarti Rani mengabaikan risiko. Harga emas dapat berubah, sedangkan kewajiban angsuran berjalan sesuai akad. Karena itu, istri seorang jurnalis senior di salah satu media online nasional ini perlu memastikan bahwa rencana tersebut tidak mengganggu kebutuhan rumah tangga maupun dana darurat.

Ketertarikannya pada BCA Syariah juga berangkat dari pertimbangan tersendiri. Rani mengenal nama besar BCA dan sejak lama menjadi nasabah di sana. Apalagi, PT Bank Central Asia Tbk (PT BCA) adalah perusahaan induk atau pemegang saham mayoritas dari BCA Syariah. Sementara, prinsip perbankan syariah memberinya alternatif untuk mengelola keuangan sesuai nilai-nilai Islam yang dianutnya.

Keberadaan kantor BCA Syariah KCP Depok di kawasan Ruko Kartini, Jalan Raya Citayam, Pancoran Mas, turut menjadi pertimbangan karena lokasinya dekat dengan rumah.

Rani memperkirakan tenor tiga tahun sesuai dengan waktu yang tersisa sebelum anak bungsunya memasuki perguruan tinggi. Namun, rencana itu belum menjadi keputusan akhir. Ia masih perlu memahami persyaratan, uang muka, margin, biaya administrasi, dan jumlah angsuran sebelum menentukan langkah.

Emas dan Perencanaan Jangka Panjang

Pertimbangan Rani muncul di tengah meningkatnya pembiayaan emas BCA Syariah. Berdasarkan laporan Antara pada 11 Agustus 2026, pembiayaan emas perseroan mencapai Rp684 miliar per Juni 2026, naik 127,6 persen dibandingkan Rp301 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumen BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan, mengatakan pembiayaan konsumer tumbuh sekitar 30 persen secara tahunan hingga Agustus 2026. Dari segmen tersebut, pembiayaan emas mencatat pertumbuhan 81 persen.

“Emas itu kita bisa 81 persen. Kenapa sih kok emas itu menarik ya? Menurut kami ada sesuatu yang menarik buat masyarakat Indonesia untuk memilih investasinya jangka panjangnya,” kata Bukit dalam Kick Off BCA Syariah Journalist Competition 2026 di BCA Syariah Headquarters, Jakarta Timur, Rabu (30/9/2026).

BCA Syariah menawarkan Pembiayaan Emas iB dengan akad murabahah, yakni jual beli dengan harga yang disepakati pada awal transaksi. Produk ini menyediakan pilihan emas batangan dari Antam, Galeri24, dan Hartadinata, dengan tenor pembiayaan satu hingga lima tahun. Batas minimum pembiayaan juga diturunkan dari 10 gram menjadi 5 gram.

Melalui skema tersebut, nasabah membayar angsuran sesuai kesepakatan awal meskipun harga emas di pasar berubah. Namun, kepastian nominal angsuran bukan jaminan keuntungan. Harga jual kembali emas bisa berbeda dari harga pembelian, sehingga tujuan penggunaan dan jangka waktu kepemilikan tetap perlu dipertimbangkan.

Pengajuan pembiayaan dapat dilakukan melalui aplikasi mobile banking BSya maupun kantor cabang dengan mengikuti persyaratan dan proses persetujuan bank. Akses digital memberi alternatif bagi calon nasabah, tetapi kemudahan pengajuan tetap harus diiringi pemahaman atas akad dan seluruh kewajiban pembayaran.

Masa Depan yang Dipersiapkan Sejak Sekarang

Bagi Rani, tiga tahun ke depan bukan sekadar hitungan kalender. Ada masa depan seorang anak yang ingin ia siapkan sebaik mungkin. Ia tahu, biaya pendidikan tinggi bergantung pada perguruan tinggi, program studi, lokasi, dan kebutuhan mahasiswa. Karena itu, perkiraan biaya perlu disusun sejak awal agar keluarga memiliki gambaran tentang dana yang harus tersedia.

Emas menjadi salah satu pilihan yang sedang ia timbang, bukan jalan pintas untuk menjamin seluruh kebutuhan kuliah. Perencanaan tetap harus memperhitungkan tabungan, pengeluaran rutin, dana darurat, dan kemampuan membayar angsuran. Sebab, investasi yang dimaksudkan untuk membantu masa depan semestinya tidak menimbulkan beban baru bagi keluarga.

Rani belum mengambil keputusan akhir. Namun, ia telah sampai pada satu kesadaran penting: waktu tiga tahun hanya akan berarti jika digunakan untuk mempersiapkan diri. Masa depan anak memang tidak bisa dipastikan seluruhnya, tetapi langkah untuk menyambutnya dapat dimulai hari ini—dengan harapan, perhitungan, dan keputusan yang matang.

(Endro Yuwanto)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID