Panjat Tebing Dicoret dari SEA Games 2027, Indonesia Kehilangan Peluang Emas
Indonesia berpotensi kehilangan sejumlah peluang medali emas pada SEA Games 2027 setelah cabang olahraga (cabor) panjat tebing dipastikan tidak masuk dalam daftar pertandingan. (Foto ilustrasi: FPTI)
GEBRAK.ID — Indonesia berpotensi kehilangan sejumlah peluang medali emas pada SEA Games 2027 setelah cabang olahraga (cabor) panjat tebing dipastikan tidak masuk dalam daftar pertandingan. Keputusan tersebut menjadi perhatian Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), mengingat cabang ini selama ini menjadi salah satu andalan Indonesia di pesta olahraga Asia Tenggara.
Sekretaris Umum PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, menilai absennya panjat tebing akan berdampak terhadap peluang Indonesia dalam perburuan medali emas. Menurut dia, persoalan ini bukan sekadar menyangkut kepentingan cabang olahraga, melainkan juga kontribusinya terhadap prestasi kontingen Merah Putih.
“Ini bukan soal untung rugi bagi panjat tebing, yang pasti perolehan medali Indonesia akan berkurang tanpa cabor panjat tebing di SEA Games 2027,” kata Wahyu dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Panjat tebing tidak tercantum dalam daftar 43 cabang olahraga dengan 473 nomor pertandingan yang ditetapkan Komite Eksekutif Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) untuk SEA Games 2027 di Malaysia.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena Indonesia memiliki rekam jejak kuat dalam cabang olahraga ini. Pada SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang, tim panjat tebing Merah Putih bahkan berhasil mengumpulkan sembilan medali emas dari total 10 nomor yang dipertandingkan.
Baca Juga
Kontribusi positif kembali terlihat pada SEA Games Thailand 2025. Saat itu, atlet panjat tebing Indonesia menyumbangkan empat medali emas dan tiga perak bagi kontingen nasional.
Empat emas tersebut lahir dari penampilan atlet-atlet muda. Ardana Cikal Damarwulan dan Alma Ariella Tsany berjaya pada nomor lead putra dan putri. Sementara itu, Antasyafi Robby Al Hilmi serta Puja Lestari meraih emas pada nomor speed perorangan putra dan putri.
Menariknya, para atlet tersebut masih berada dalam kelompok usia muda. Ardana dan Alma termasuk kategori U17, sedangkan Antasyafi dan Puja masuk kelompok U19.
Bagi FPTI, capaian tersebut menjadi bukti bahwa panjat tebing Indonesia memiliki regenerasi atlet yang menjanjikan sekaligus potensi besar untuk mempertahankan prestasi pada kompetisi internasional.
Pembinaan atlet muda menjadi salah satu alasan FPTI memandang SEA Games sebagai kompetisi penting. Wahyu menjelaskan, federasi memanfaatkan ajang tersebut untuk memberikan pengalaman bertanding kepada atlet sebelum mereka menghadapi persaingan yang lebih tinggi, seperti Asian Games dan Olimpiade.
Menurutnya, prestasi panjat tebing Indonesia di tingkat internasional tidak muncul secara instan. Keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan berkelanjutan, latihan terprogram, serta dukungan kompetisi berkualitas di dalam negeri.
Rekam jejak Indonesia di panggung dunia juga memperkuat alasan tersebut. Pada Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo mencetak sejarah dengan meraih medali emas nomor speed putra. Ia menjadi atlet Indonesia pertama yang mempersembahkan emas bagi Merah Putih pada Olimpiade Paris.
Prestasi serupa kembali hadir pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil merebut emas nomor speed putri dengan catatan waktu 6,062 detik. Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor Asian Games atas namanya sendiri.
Wahyu menambahkan, nomor speed masih menjadi andalan Indonesia karena konsisten menghasilkan prestasi di berbagai kejuaraan internasional. Namun, perkembangan atlet pada nomor lead juga menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.
Salah satu bukti terbarunya adalah keberhasilan Putra Tri Ramadani meraih medali perak nomor lead putra pada World Climbing Series 2026 di Santiago, Chile. Putra mencatatkan skor 49 pada babak final, hanya terpaut tiga poin dari Jonas Utelli asal Swiss yang meraih emas dengan skor 52.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki kekuatan pada nomor speed, tetapi juga mulai mampu bersaing di nomor lead yang selama ini dikuasai sejumlah negara kuat.
SEA Games 2027 dijadwalkan berlangsung pada 18-29 September 2027 di empat wilayah Malaysia, yakni Kuala Lumpur, Sarawak, Johor, dan Penang. SEAGF telah memfinalisasi 43 cabang olahraga dengan total 473 nomor pertandingan.
Dengan tidak masuknya panjat tebing dalam daftar pertandingan, Indonesia bukan hanya kehilangan kesempatan menambah koleksi medali emas. Lebih dari itu, atlet-atlet muda juga kehilangan salah satu panggung penting untuk mengukur kemampuan, membangun mental bertanding, dan mempersiapkan diri menghadapi Asian Games maupun Olimpiade mendatang.
Bagi FPTI, keberlanjutan pembinaan menjadi tantangan tersendiri ketika salah satu kompetisi regional yang selama ini menjadi tolok ukur prestasi tidak lagi tersedia.
(A. Rayyan K/Sumber: FPTI)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID