AS Tangguhkan Pengajuan Visa Imigran di Seluruh Dunia, Ada Pelatihan Baru untuk Petugas Konsuler

1787792908643

Penangguhan dilakukan pemerintah Donald Trump untuk memberi waktu kepada petugas konsuler menjalani pelatihan dan memperketat pemeriksaan terhadap calon imigran.(Foto:ist)

Editor: Devona R

GEBRAK.ID WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump untuk sementara menangguhkan pemrosesan visa imigran dari seluruh dunia. Kebijakan tersebut dilakukan ketika Departemen Luar Negeri AS menjalankan program pelatihan global bagi petugas konsuler. Penangguhan ini membuat sejumlah pemohon visa imigran yang sebelumnya telah memiliki jadwal wawancara di kedutaan atau konsulat AS harus menerima pemberitahuan perubahan jadwal.

Reuters melaporkan, Departemen Luar Negeri AS menyebut pelatihan tersebut diperlukan agar petugas konsuler dapat melakukan pemeriksaan terhadap pemohon secara lebih menyeluruh dan konsisten.

Jadwal wawancara pemohon diubah

Pemohon yang sudah memperoleh jadwal wawancara dilaporkan menerima email yang memberitahukan bahwa jadwal mereka akan ditunda atau diubah. Mereka akan mendapat informasi lebih lanjut mengenai tanggal dan waktu wawancara baru. Departemen Luar Negeri AS belum memberikan kepastian kapan proses wawancara visa imigran akan kembali berjalan normal. Karena itu, pemohon yang terdampak diminta memperhatikan komunikasi dari kedutaan atau konsulat AS tempat mereka mengajukan permohonan.

Pemeriksaan calon imigran diperketat

Kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya pemerintahan Trump memperketat pemeriksaan terhadap calon imigran, khususnya untuk memastikan pemohon tidak berpotensi menjadi public charge atau bergantung pada bantuan publik pemerintah AS.

Departemen Luar Negeri AS sebelumnya telah menerapkan mekanisme Public Charge Bond bagi sebagian pemohon visa imigran. Dalam kebijakan tersebut, petugas konsuler dapat meminta pemohon tertentu mengajukan jaminan kepada USCIS sebagai salah satu mekanisme untuk mengatasi kekhawatiran terkait kemungkinan menjadi public charge. Aturan AS sendiri memungkinkan petugas mempertimbangkan sejumlah faktor ketika menilai apakah seseorang berpotensi menjadi public charge, antara lain usia, kondisi kesehatan, status keluarga, aset dan kondisi keuangan, serta pendidikan dan keterampilan.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pelatihan baru tersebut bertujuan memastikan seluruh petugas konsuler memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mengevaluasi pemohon visa secara komprehensif dan konsisten.

Penangguhan terjadi setelah kebijakan 75 negara dibatalkan

Penangguhan global ini terjadi tidak lama setelah seorang hakim federal AS membatalkan kebijakan pemerintahan Trump yang sebelumnya menghentikan penerimaan permohonan visa imigran dari warga 75 negara. Menurut Washington Post, putusan tersebut menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan pelatihan baru bagi petugas konsuler.

Pemerintah Trump sebelumnya berupaya memperketat jalur imigrasi legal ke AS melalui berbagai kebijakan. Kebijakan terbaru tersebut berbeda dengan larangan berdasarkan daftar negara tertentu karena penyesuaian jadwal visa imigran kini dilakukan secara global.

Bukan berarti semua jenis visa AS berhenti

Meski pemberitaan menyebut pengajuan visa AS ditangguhkan di seluruh dunia, kebijakan yang dilaporkan saat ini secara spesifik menyasar visa imigran dan penjadwalan layanan terkait. Departemen Luar Negeri AS masih menjalankan layanan untuk visa nonimigran.

Bahkan, pada 18 Agustus 2026, AS mengumumkan program percontohan percepatan jadwal wawancara visa nonimigran di sejumlah kedutaan dan konsulat. Program tersebut berlaku bagi pemohon tertentu dan menawarkan jadwal wawancara lebih cepat dengan biaya tambahan.

Dengan demikian, wisatawan atau pelaku perjalanan yang mengajukan visa nonimigran tidak serta-merta dapat disimpulkan terkena penghentian global yang sama.

Pemohon diminta menunggu informasi terbaru

Bagi pemohon visa imigran yang jadwal wawancaranya terdampak, belum ada kepastian kapan jadwal baru akan diberikan. Departemen Luar Negeri AS menyediakan alat pemantauan status penjadwalan visa imigran yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan jadwal wawancara berdasarkan kedutaan atau konsulat. Penangguhan ini menjadi bagian terbaru dari rangkaian kebijakan pemerintahan Trump yang memperketat proses imigrasi dan pemeriksaan calon pendatang ke Amerika Serikat.

(berbagai sumber)