Israel Masih Gempur Gaza, 5 Warga Palestina Tewas dan 30 Terluka dalam 24 Jam

gaza-diserang

Serangan Israel di Jalur Gaza masih menelan korban jiwa meski gencatan senjata telah diberlakukan. (Foto ilustrasi: Anadolu)

GEBRAK.ID — Serangan Israel di Jalur Gaza masih menelan korban jiwa meski gencatan senjata telah diberlakukan. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lima warga Palestina tewas dan 30 lainnya mengalami luka-luka dalam 24 jam terakhir.

Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan laporan tersebut pada Senin (7/9/2026). Selain lima korban meninggal dunia, dua warga Palestina lainnya juga dilaporkan meninggal akibat luka parah yang mereka alami sebelumnya.

“Dalam 24 jam terakhir, lima jasad telah dibawa ke rumah sakit di Gaza. Dua orang lainnya meninggal akibat luka parah yang diderita sebelumnya, dan 30 orang mengalami luka,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza.

Petugas hingga kini masih menghadapi kesulitan untuk menjangkau seluruh lokasi terdampak. Sejumlah korban diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur maupun berada di ruas jalan yang belum dapat dijangkau ambulans dan tim pertahanan sipil.

Situasi tersebut membuat jumlah korban berpotensi terus bertambah. Tim penyelamat juga harus bekerja di tengah kondisi infrastruktur Gaza yang mengalami kerusakan akibat konflik berkepanjangan.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, sebanyak 1.352 orang telah meninggal dunia akibat serangan. Pada periode yang sama, 4.511 orang lainnya mengalami luka-luka.

Petugas juga telah mengevakuasi 826 jasad korban dari berbagai lokasi di Jalur Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan.

Angka tersebut menambah panjang daftar korban konflik yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas sejak awal konflik telah menembus 73.000 orang.

Sementara itu, kondisi di sejumlah wilayah Gaza masih menyisakan persoalan besar bagi tim medis dan penyelamat. Reruntuhan bangunan menjadi salah satu lokasi yang diduga masih menyimpan korban yang belum berhasil dievakuasi.

Kementerian Kesehatan Gaza terus memperbarui data korban berdasarkan laporan rumah sakit dan tim penyelamat di lapangan. Namun, proses pendataan menghadapi tantangan karena tidak semua wilayah dapat dijangkau dengan cepat.

Perkembangan terbaru tersebut menunjukkan bahwa ancaman terhadap warga sipil di Jalur Gaza belum sepenuhnya berakhir. Meski gencatan senjata telah berlangsung, korban jiwa dan luka-luka masih terus dilaporkan akibat kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.

(A. Rayyan K/Sumber: Sputnik/RIA Novosti)