Dominasi WNI Berobat di Johor Capai 79 Persen, Rute Feri Baru Batam – Johor Bahru Dibuka
Konektivitas Puteri Harbour – Gold Coast Bengkong diharapkan dongkrak wisata medis. Sepanjang 2025, 127 ribu pasien asing tercatat berobat di Johor. (Foto: freepik)
GEBRAK.ID, JAKARTA- Pemerintah Negara Bagian Johor, Malaysia, resmi membuka konektivitas laut baru yang menghubungkan Johor Bahru dengan Batam, Indonesia. Rute feri internasional ini menghubungkan Terminal Feri Internasional Puteri Harbour di Iskandar Puteri, Johor, dengan Terminal Feri Gold Coast di Bengkong, Batam.
Pembukaan rute ini disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan sekaligus mempermudah akses layanan kesehatan. Johor memang tengah menjadi magnet baru bagi wisata medis, khususnya bagi warga negara Indonesia (WNI). Fakta tersebut terungkap dari laporan Harian Metro pada Senin (2/11/2026).
Dalam laporan itu disebutkan warga Indonesia menjadi penyumbang terbesar pasien asing yang berobat di Johor. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 127 ribu pasien luar negeri menerima perawatan di berbagai rumah sakit di wilayah Johor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79 persen di antaranya berasal dari Indonesia.
Baca Juga
Angka ini menguatkan tren nasional. Data industri kesehatan Malaysia menunjukkan, pada paruh pertama 2024 saja ada lebih dari 580 ribu kunjungan wisatawan medis ke Malaysia, dengan 65-80 persen berasal dari Indonesia. Secara keseluruhan, pertumbuhan pasien wisata medis Malaysia bahkan mencapai 1,6 juta pada 2024.
Dorong Devisa dan Akses Berobat
Rute baru Puteri Harbour – Gold Coast Bengkong ini menambah pilihan perjalanan laut selain rute yang sudah ada seperti Stulang Laut – Batam Center dan Pasir Gudang – Batam. Durasi perjalanan feri Johor Bahru – Batam berkisar 2 jam hingga 2 jam 12 menit dengan jarak tempuh sekitar 72 hingga 164 kilometer tergantung terminal.
Konektivitas ini diharapkan memangkas waktu dan biaya bagi pasien asal Kepulauan Riau. Dalam sepuluh tahun terakhir, Rumah Sakit Gleneagles Johor telah menjadi rujukan utama bagi pasien Indonesia, terutama dari Batam dan Kepulauan Riau.
Fenomena WNI berobat ke Malaysia bukan hal baru. Biaya yang dinilai 10 kali lipat lebih murah, kepastian diagnosis, dan pelayanan yang terintegrasi menjadi alasan utama. Mayoritas pasien Indonesia yang berobat ke Malaysia merupakan penderita penyakit serius, terutama kanker.
Dampaknya terhadap ekonomi Indonesia cukup signifikan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat pada Oktober 2026 menyebut, sekitar 1 hingga 2 juta WNI berobat ke luar negeri setiap tahun dengan potensi kebocoran devisa mencapai Rp 200 triliun. Destinasi utamanya adalah Singapura dan Malaysia.
Dengan dibukanya rute feri baru ini, Pemerintah Johor menargetkan kunjungan wisatawan medis dan umum dari Indonesia bisa meningkat, termasuk sekitar 1,5 juta warga Indonesia yang tercatat keluar-masuk Johor untuk berbagai keperluan.
Pemerintah kedua negara kini juga masih mengkaji pembukaan rute kapal RoRo (Roll-on/Roll-off) yang menghubungkan Pelabuhan Bintang 99 Persada Batam dengan Tanjung Belungkor Johor untuk mendukung logistik dan pariwisata.
(Dinar K/ berbagai sumber)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID