GARUT -- Pemerintah terus mengakselerasi pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di berbagai daerah. Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, langkah konkret itu ditandai dengan peresmian puluhan satuan pendidikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Kamis (8/1/2025).
Dalam kunjungan kerjanya, Mendikdasmen meresmikan 20 Sekolah Dasar (SD), 31 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 27 satuan pendidikan vokasi, pendidikan khusus, dan pendidikan layanan khusus (PKPLK). Peresmian dipusatkan di SMK Ciledug Al Musaddadiyah, Garut, yang juga menjadi salah satu penerima manfaat revitalisasi pada 2025.
“Revitalisasi satuan pendidikan ini merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan transformasi pendidikan sekaligus membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujar Menteri Mu’ti.
Menteri Mu'ti mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Garut, dinas pendidikan, para kepala sekolah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program tersebut.
Menurut Mu’ti, salah satu kunci pendidikan unggul adalah terpenuhinya sarana dan prasarana yang layak. Pada 2025, revitalisasi dilakukan dengan skema swakelola dan telah mencapai progres sekitar 95 persen dari total 16.171 satuan pendidikan penerima manfaat secara nasional.
“Evaluasi kami menunjukkan sistem swakelola membuat pembangunan lebih tepat waktu, efisien, kualitasnya lebih baik, dan laporan keuangannya lebih akuntabel. Selain itu, skema ini juga menyerap banyak tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian daerah,” jelas Menteri Mu'ti.
Fokus SMK dan Kewirausahaan
Mendikdasmen juga menyoroti karakter Garut sebagai daerah dengan tingkat kewirausahaan yang tinggi. Karena itu, peran SMK dinilai strategis untuk menopang pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, Kemendikdasmen telah menyiapkan sejumlah terobosan untuk penguatan SMK, antara lain pengembangan SMK empat tahun, SMK berbasis keunggulan lokal, SMK berbasis sertifikasi, hingga penyiapan lulusan SMK agar siap bekerja di luar negeri.
“SMK harus menjadi lokomotif pencetak tenaga terampil yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” kata Menteri Mu’ti.
Dampak Nyata di Sekolah
Manfaat revitalisasi dirasakan langsung oleh satuan pendidikan penerima. Kepala SLB Negeri B Garut, Nia Suniawati, mengaku bersyukur sekolahnya akhirnya memperoleh bantuan setelah menunggu bertahun-tahun. Sekolahnya mendapatkan ruang administrasi, tata usaha, serta ruang kelas baru.
Hal serupa disampaikan Kepala SDN 1 Pasanggrahan Sukawening, Ai Mulyani. Ia menyebut revitalisasi toilet dan ruang UKS membawa perubahan besar. “Dulu toiletnya kurang layak, sekarang bersih dan nyaman. Ini sangat berpengaruh bagi kesehatan dan kenyamanan siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala PKBM An Nabawi Garut, Kokoy Rokayah, menyebut revitalisasi sebagai mimpi yang akhirnya terwujud. “Kini warga belajar kami bisa menggunakan sarana yang aman dan nyaman,” cetusnya.
Sebagai tuan rumah peresmian, Kepala SMK Ciledug Al Musaddadiyah, M. Nasrullah Ramdhani, mengungkapkan sekolahnya menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1,5 miliar. Bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang kelas baru, serta toilet. “Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk meningkatkan prestasi,” katanya.
Komitmen Berkelanjutan
Puluhan SD, SMP, serta satuan pendidikan vokasi dan PKPLK yang diresmikan tersebar di berbagai kecamatan di Garut, mencerminkan upaya pemerataan pembangunan pendidikan. Program revitalisasi ini menegaskan komitmen Kemendikdasmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ke depan, pemerintah berharap program serupa terus diperluas agar semakin banyak peserta didik di berbagai daerah memperoleh akses pendidikan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
(***)

Posting Komentar untuk "Mendikdasmen Resmikan Puluhan Sekolah di Garut, Dorong Pendidikan Bermutu dan Vokasi Berbasis Potensi Lokal"