Mendikdasmen Dukung Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, Sekolah Didorong Jadi Benteng Karakter

Peluncuran program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) dalam rangka Ananda Bersinar yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

SURABAYA -- Upaya memperkuat karakter generasi muda kembali ditegaskan pemerintah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti menyatakan dukungan penuh terhadap program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di sekolah-sekolah. 

Program ini diluncurkan dalam rangkaian Ananda Bersinar hasil kolaborasi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Surabaya, Kamis (12/2/2026).

Menurut Mu’ti, sekolah harus menjadi ruang yang benar-benar aman bagi tumbuh kembang anak—bukan hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga terlindung dari pengaruh yang merusak mental dan spiritual, termasuk narkoba.

“Program ini langkah nyata membangun lingkungan dan budaya sekolah yang bersih dari narkoba,” kata Mu’ti.

Kurikulum Disisipkan, Bukan Menambah Beban

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menjelaskan IKAN dirancang tidak menambah mata pelajaran baru. Materi antinarkoba akan diintegrasikan ke pelajaran yang sudah ada seperti Biologi, Matematika, dan lainnya, sehingga tidak membebani siswa.

Pendekatan ini menyasar murid sejak TK hingga SMA. Harapannya, pemahaman bahaya narkoba tertanam sejak dini sebagai bagian dari pengetahuan dasar, bukan sekadar penyuluhan sesaat.

Selaras Program Karakter dan Visi Nasional

Mu’ti menilai IKAN sejalan dengan program penguatan karakter kementerian, seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) dan visi budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Ramah, Indah). Ia menekankan, pendidikan karakter tidak cukup lewat teori, tetapi harus menjadi budaya hidup di sekolah.

Peran guru akan diperkuat lewat pelatihan khusus, sementara murid didorong aktif melalui OSIS, UKS, dan kegiatan ekstrakurikuler agar nilai antinarkoba hadir dalam keseharian.

Praktik Baik dari UNESA dan Sekolah Daerah

Rektor UNESA, Nurhasan, menyebut kampusnya telah memulai praktik baik dengan mengintegrasikan materi P4GN di Labschool UNESA serta melakukan tes urin rutin bagi civitas akademika. Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari BNN.

Dalam sesi interaktif, Mu’ti juga berdialog via video conference dengan kepala sekolah dari Sumatra Selatan yang rutin menghadirkan penyuluh BNN. Ia menekankan pentingnya inisiatif internal sekolah, bukan hanya mengandalkan pihak luar.

“Libatkan murid melalui OSIS, UKS, dan ekskul. Sekolah yang aman adalah yang bebas dari perilaku merusak fisik, mental, dan spiritual,” pesan Mu'ti.

Buku Pedoman untuk Sekolah di Seluruh Indonesia

Pada kesempatan itu, BNN menyerahkan Buku Pedoman Integrasi Kurikulum Anti Narkoba kepada Kemendikdasmen. Buku ini akan menjadi panduan sekolah di bawah Kemendikdasmen maupun Kementerian Agama, dengan pendampingan penyuluh BNN hingga tingkat daerah.

Melalui IKAN, Kemendikdasmen dan BNN menargetkan percepatan pelatihan guru dan penyuluhan yang merata. Tujuannya jelas, menjadikan sekolah sebagai benteng pertahanan karakter agar lahir generasi yang sehat, kuat, dan bermartabat.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Mendikdasmen Dukung Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, Sekolah Didorong Jadi Benteng Karakter"