Alumni LPDP Turun ke Daerah 3T, Optimalkan Interactive Flat Panel di 288 Ribu Sekolah

Melalui program Alumni Pejuang Digital, para alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diterjunkan untuk memperkuat penggunaan Interactive Flat Panel (IFP), terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto


GEBRAK.ID; JAKARTA – Upaya percepatan digitalisasi pendidikan nasional memasuki babak baru. Setelah perangkat Interactive Flat Panel (IFP) terdistribusi ke lebih dari 288 ribu satuan pendidikan, pemerintah kini fokus memastikan teknologi tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal di ruang kelas.

Melalui program Alumni Pejuang Digital, para alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diterjunkan untuk memperkuat penggunaan IFP, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program ini merupakan tindak lanjut dari percepatan digitalisasi pembelajaran sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2026.

Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menegaskan, transformasi digital tidak boleh berhenti pada distribusi perangkat.

“Digitalisasi pembelajaran harus bergerak dari sekadar distribusi menuju pemanfaatan maksimal. IFP harus menjadi bagian dari proses belajar sehari-hari yang mendorong interaksi, kreativitas, dan inovasi di kelas,” ujar Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, Rabu (1/4/2026).

Dari Perangkat ke Praktik Pembelajaran

Menurut Gogot, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada ketersediaan perangkat, melainkan pada kesiapan sumber daya manusia dan ekosistem sekolah dalam memanfaatkannya.

Melalui program Alumni Pejuang Digital, para alumni LPDP tidak hanya memberikan pelatihan teknis penggunaan IFP. Mereka juga mendampingi guru menyusun materi ajar digital, merancang pembelajaran interaktif, hingga membangun budaya belajar berbasis teknologi di sekolah.

“Program ini dirancang untuk menjangkau sekolah dengan keterbatasan akses dan memperkuat kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi,” jelas Gogot.

Kontribusi Nyata Alumni Beasiswa Negara

Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyebut keterlibatan alumni sebagai bentuk tanggung jawab moral penerima beasiswa negara dalam mendukung pembangunan pendidikan nasional.

“Program ini juga mendorong terbentuknya jejaring pembelajaran antarsekolah melalui konsep community of practice. Sekolah-sekolah di berbagai daerah didorong untuk saling terhubung, berbagi praktik baik, dan berinovasi secara kolaboratif,” kata Sudarto.

Dukungan dari Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia turut memperkuat pelaksanaan program agar selaras dengan agenda prioritas nasional dalam transformasi digital.

150 Alumni Diterjunkan ke Empat Wilayah

Sebanyak 150 alumni LPDP dipersiapkan untuk menjalankan misi ini selama tiga bulan di empat kabupaten. Rinciannya, 50 peserta ditempatkan di Sumedang (Jawa Barat), 40 peserta di Kupang (Nusa Tenggara Timur), 30 peserta di Halmahera Utara (Maluku Utara), dan 30 peserta di Merauke (Papua Selatan).

Selama masa penugasan, mereka fokus pada lima aspek utama:

1. Optimalisasi pemanfaatan IFP dalam pembelajaran
2. Pengembangan media interaktif
3. Peningkatan kompetensi guru
4. Penguatan ekosistem digital sekolah
5. Pendampingan manajerial bagi kepala sekolah

Sebelum diterjunkan, para peserta telah mengikuti pembekalan intensif selama sembilan hari atau 63 jam pelajaran. Materi yang diberikan mencakup pedagogi digital, literasi teknologi, praktik penggunaan IFP, hingga komunikasi lintas budaya untuk memastikan adaptasi berjalan efektif di berbagai daerah.

Menuju Ekosistem Digital Berkelanjutan

Pemerintah berharap program ini tidak berhenti sebagai intervensi jangka pendek. Pemanfaatan IFP diharapkan menjadi praktik pembelajaran berkelanjutan yang terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, alumni LPDP, dan sekolah-sekolah di daerah 3T, transformasi digital pendidikan di Indonesia ditargetkan tidak hanya merata secara infrastruktur, tetapi juga berdampak nyata pada kualitas pembelajaran di kelas.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Alumni LPDP Turun ke Daerah 3T, Optimalkan Interactive Flat Panel di 288 Ribu Sekolah"