![]() |
| Aktivasi IKD dinilai penting untuk memastikan data kependudukan calon siswa valid dan sinkron dengan sistem penerimaan sekolah. (Foto: istimewa) |
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Pemerintah daerah di Jawa Barat mulai mendorong masyarakat untuk segera mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat SMP dan SMA. Aktivasi IKD dinilai penting untuk memastikan data kependudukan calon siswa valid dan sinkron dengan sistem penerimaan sekolah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui berbagai kanal informasi resmi mengimbau para orang tua tidak menunda pengecekan data administrasi kependudukan anak. IKD akan digunakan dalam proses verifikasi dan validasi data calon peserta didik pada sistem SPMB berbasis digital.
IKD merupakan versi digital dari dokumen kependudukan seperti KTP elektronik dan Kartu Keluarga yang dapat diakses melalui aplikasi resmi Direktorat Jenderal Dukcapil di telepon pintar.
Dalam keterangannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengingatkan agar data kependudukan anak dipastikan sesuai sebelum masa pendaftaran dimulai. Jika ditemukan perbedaan data, masyarakat diminta segera melakukan pembaruan data ke kantor kecamatan atau Disdukcapil setempat.
Kepala Disdukcapil Kota Banjar, Heri Sapari, mengatakan aktivasi IKD penting karena data tersebut akan terhubung langsung dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang digunakan dalam proses verifikasi SPMB.
“Kalau ada ketidaksesuaian data, tentu bisa berdampak saat proses pendaftaran sekolah,” ujar Heri Sapari.
Lonjakan warga yang mengurus aktivasi IKD juga mulai terjadi di sejumlah daerah. Di Kota Depok, Disdukcapil bahkan menambah loket pelayanan karena meningkatnya jumlah masyarakat yang melakukan validasi data menjelang SPMB 2026.
Kepala Disdukcapil Kota Depok Mary Liziawati mengatakan data kependudukan yang valid menjadi faktor penting dalam pelayanan publik, termasuk proses penerimaan siswa baru.
Menurutnya, masyarakat dapat melakukan aktivasi IKD sekaligus pengecekan data secara langsung di kantor pelayanan Disdukcapil maupun Mal Pelayanan Publik.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga tengah melakukan uji coba aplikasi SPMB 2026 untuk memastikan sistem penerimaan siswa berjalan lancar. Disdik Jabar mencatat sekitar 826 ribu lulusan SMP dan MTs akan mengikuti proses pemetaan pendidikan menengah tahun ini.
Cara Aktivasi IKD
Untuk mengaktifkan IKD, masyarakat harus:
• Mengunduh aplikasi IKD resmi dari Dukcapil.
• Datang langsung ke kantor Disdukcapil atau kecamatan.
• Melakukan pemindaian QR Code bersama petugas.
• Aktivasi selesai setelah verifikasi data berhasil dilakukan.
Pemerintah menegaskan aktivasi IKD tidak dapat dilakukan sepenuhnya dari rumah karena membutuhkan verifikasi langsung oleh petugas resmi.
Masyarakat juga diminta waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil. Modus yang sering digunakan adalah meminta aktivasi IKD melalui video call atau pesan WhatsApp. Pemerintah menegaskan proses resmi hanya dilakukan langsung di kantor pelayanan resmi.
Di media sosial dan forum daring, sejumlah warga mengaku baru menggunakan aplikasi IKD saat mengurus administrasi kependudukan maupun pendaftaran sekolah. Sebagian masyarakat juga mengeluhkan proses aktivasi yang tetap mengharuskan datang langsung ke kantor Disdukcapil untuk pemindaian QR Code.
Meski demikian, pemerintah daerah berharap percepatan aktivasi IKD dapat membantu proses pelayanan publik menjadi lebih cepat, praktis, dan terintegrasi menjelang pelaksanaan SPMB 2026.
(berbagai sumber)
Jadwal Terlewatkan: Orang Tua Wajib Tahu, Disdukcapil Depok Tambah Loket Aktivasi IKD Jelang SPMB 2026
