Bermain Buku Bersama Anak-Anak HIV/AIDS, Generasi Literat Menyalakan Harapan di Sudut Jakarta

Generasi Literat kembali mengadakan program Gerakan Kembali Ke Buku (GKKB), kali ini di VSE Foundation, Jakarta Barat, bersama anak-anak yang hidup dengan HIV/AIDS (ADHA), Minggu (17/5/2026). (Foto: Dok.Generasi Literat) 
Editor: Mila Muzakkar 

GEBRAK.ID; JAKARTA — Tawa kecil terdengar pecah di sebuah ruangan sederhana di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (17/5/2026). Di tempat itu, anak-anak duduk melingkar sambil membuka buku cerita, menyusun puzzle, hingga menggambar rumah impian mereka masing-masing.

Siang itu mungkin terlihat seperti kegiatan biasa. Namun bagi anak-anak yang hidup dengan HIV/AIDS (ADHA) di bawah pendampingan VSE Foundation, momen tersebut menjadi ruang hangat yang menghadirkan rasa diterima, didengar, dan dicintai.

Melalui program Gerakan Kembali Ke Buku (GKKB), komunitas Generasi Literat kembali menggelar kegiatan literasi dan pendampingan sosial untuk anak-anak rentan. Kali ini, kegiatan berlangsung di VSE Foundation Jakarta Barat, yayasan sosial yang didirikan Bidan Vina Tarigan bersama suaminya untuk mendampingi anak-anak dengan HIV/AIDS.

Sekitar sepuluh anak usia 5 hingga 21 tahun mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian masih tumbuh bersama keluarga, sementara sebagian lainnya harus menghadapi kehilangan dan keterbatasan sejak usia dini.

Namun Generasi Literat datang bukan membawa rasa iba. Mereka hadir membawa buku, permainan, cerita, dan perhatian sederhana yang sering kali sangat berarti bagi anak-anak tersebut.

Kegiatan dimulai dengan sesi membaca buku-buku inspiratif bersama para kakak asuh. Setelah itu, anak-anak diajak menceritakan kembali isi cerita dan nilai yang mereka tangkap dari bacaan tersebut.

Dengan wajah antusias, mereka berbagi mimpi dan harapan sederhana tentang masa depan.

Suasana semakin hangat saat sesi dongeng dimulai. Para relawan membawakan cerita dengan ekspresif hingga membuat anak-anak beberapa kali tertawa lepas.

Tak hanya membaca dan mendengar cerita, anak-anak juga diajak bermain puzzle untuk melatih kreativitas dan imajinasi mereka.

Salah satu sesi yang paling menyentuh berlangsung ketika anak-anak diminta menggambar “rumah impian”. Dari gambar-gambar sederhana itu tersimpan banyak harapan tentang kehidupan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Bagi Generasi Literat, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda membaca buku bersama. Lebih dari itu, mereka ingin menghadirkan ruang aman bagi anak-anak yang kerap menghadapi stigma sosial.

Founder Generasi Literat, Mila Muzakkar, mengatakan anak-anak dengan HIV/AIDS memiliki hak yang sama untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi seperti anak-anak lainnya.

“Kami ingin mereka merasa diterima dan punya ruang untuk berkembang. Mereka juga berhak mendapatkan akses pendidikan dan perhatian sosial yang layak,” ujar Mila.

Di pengujung kegiatan, anak-anak diajak mengikuti sesi refleksi tentang self-love dan rasa syukur. Dalam suasana hangat dan sederhana, mereka menyampaikan hal-hal kecil yang membuat mereka bahagia.

Ada yang bersyukur masih bisa sekolah, ada yang merasa senang memiliki teman, hingga ada yang hanya berharap bisa terus sehat dan tertawa bersama orang-orang terdekat.

Pendiri VSE Foundation, Bidan Vina Tarigan, mengaku bahagia melihat anak-anak asuhnya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan penuh perhatian.

Menurut Vina, kegiatan seperti ini bukan hanya memberi hiburan, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri anak-anak.

Vina berharap akan semakin banyak kolaborasi sosial yang hadir untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak dengan HIV/AIDS, termasuk melalui pelatihan keterampilan dan pendidikan.

“Anak-anak ini membutuhkan ruang untuk bertumbuh dan merasa dihargai. Kehadiran teman-teman relawan sangat berarti bagi mereka,” kata Vina.

Adapun Gerakan Kembali Ke Buku terus dikembangkan sebagai upaya memperluas akses belajar dan literasi bagi kelompok rentan di berbagai daerah.

Bagi para relawan, terkadang satu buku, satu pelukan hangat, dan satu ruang untuk didengar bisa menjadi awal tumbuhnya harapan baru dalam hidup seseorang.

Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi Generasi Literat, VSE Foundation, Algonesia, para kakak asuh, dan relawan yang terlibat sepanjang kegiatan berlangsung.

(Penulis: Khikmatul Islah, Koordinator Program Gerakan Kembali Ke Buku – Generasi Literat)