Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID -- Hubungan dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tanda pemulihan. Pemerintah China mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait pembelian pesawat terbang, mesin pesawat, serta berbagai komponen penerbangan buatan AS.
Kabar tersebut diumumkan Kementerian Perdagangan China di tengah upaya kedua negara memperkuat hubungan ekonomi dan industri strategis yang sempat memanas dalam beberapa tahun terakhir.
“Para pihak mencapai kesepakatan mengenai pembelian pesawat AS oleh China, serta memastikan pasokan mesin pesawat dan komponen AS ke China,” demikian pernyataan resmi Kementerian Perdagangan China, Sabtu (16/5/2026).
Selain sektor penerbangan, Beijing dan Washington juga disebut sepakat untuk terus memperluas kerja sama di sejumlah bidang terkait lainnya.
Kesepakatan ini langsung memunculkan perhatian besar terhadap Boeing, produsen pesawat asal Amerika Serikat yang selama ini menjadi salah satu pemain utama di pasar penerbangan China.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat menyebut potensi pembelian pesawat Boeing oleh China dapat mencapai 750 unit.
Trump mengatakan China telah menyetujui pembelian awal sebanyak 200 pesawat Boeing, meskipun pemerintah China hingga kini belum memberikan konfirmasi rinci terkait angka tersebut.
“Saya mengatakan ini kepada Boeing dan General Electric, kami akan menggunakan mesin General Electric yang sangat bagus. Jika semuanya berjalan baik, jumlahnya bisa mencapai 750 unit,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil penting dalam kunjungan kenegaraan Trump ke China pada 13-15 Mei 2026 lalu. Dalam lawatan itu, Trump melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden China, Xi Jinping.
Xi Jinping menyebut dirinya dan Trump sepakat membangun hubungan China-AS yang lebih stabil, strategis, dan berkelanjutan di tengah dinamika geopolitik global.
Bagi industri penerbangan global, kesepakatan ini menjadi angin segar. Pasalnya, China selama ini dikenal sebagai salah satu pasar penerbangan terbesar di dunia dengan kebutuhan pesawat baru yang terus meningkat.
Permintaan terhadap armada pesawat diperkirakan terus tumbuh seiring meningkatnya jumlah penumpang domestik maupun internasional di China.
Selain menguntungkan Boeing, kesepakatan tersebut juga memberi peluang besar bagi perusahaan mesin pesawat asal AS seperti General Electric yang disebut akan menjadi pemasok utama mesin pesawat dalam kerja sama itu.
Langkah China membeli pesawat dan komponen AS menunjukkan bahwa persaingan geopolitik tidak sepenuhnya menghentikan kerja sama bisnis kedua negara.
Di tengah rivalitas dagang dan teknologi yang masih berlangsung, sektor industri strategis seperti penerbangan tetap membutuhkan hubungan saling menguntungkan antara Beijing dan Washington.
Jika realisasi pembelian berjalan sesuai rencana, kesepakatan ini diperkirakan menjadi salah satu transaksi besar dalam industri penerbangan global dalam beberapa tahun mendatang.
(Sumber: Sputnik/RIA Novosti)
